Wabup Mamuju Pantau Harga Ayam jelang Lebaran
- 23 Mei 2026 14:43 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju –Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, melakukan peninjauan langsung ke Pasar Baru Mamuju pada Sabtu 23 Mei 2026. guna memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Berdasarkan hasil pantauannya, Pemkab Mamuju menilai harga daging ayam ras di tingkat pedagang secara umum masih berada dalam batas wajar.
"Dari pantauan kami hari ini, harga daging ayam terpantau masih normal dan tidak ada lonjakan yang terlalu signifikan," ungkap Yuki Permana usai berdialog dengan sejumlah pedagang pasar.
Selain memantau pergerakan harga, Wabup juga menyempatkan diri mengunjungi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) setempat guna memastikan legalitas, higienitas, serta pemenuhan standar keagamaan pasokan daging yang beredar.
"Kami sengaja melihat langsung rumah pemotongan hewan untuk memastikan kepemilikan sertifikat halal. Langkah ini krusial agar ke depan masyarakat, terutama umat Islam, tidak perlu ragu-ragu lagi saat membeli daging menjelang Lebaran Qurban," tambah Yuki.
Meski dinilai masih dalam batas wajar oleh pemerintah, kondisi di lapangan menunjukkan grafik harga yang mulai merangkak naik.
Menurut salah seorang pedagang ayam di Pasar Baru Mamuju, Muhammad Amin, pergerakan harga sudah mulai terasa pada H-5 menjelang lebaran, walaupun kenaikannya belum mencapai puncaknya.
"Untuk sementara, di H-5 sebelum lebaran ini sudah ada kenaikan, tapi belum terlalu sempurna (maksimal). Biasanya dari tempat pemesanan kita beli dengan harga Rp19.000 atau Rp20.000 per kilo, tapi hari ini saya lihat sudah Rp22.000 per kilo," beber Amin saat ditemui di lapaknya.
Kenaikan harga modal tersebut otomatis mengubah harga jual ayam potong ke konsumen secara bervariasi tergantung ukuran, di antaranya ayam ukuran besar (bobot sekitar 2,3 kg) Dijual dengan harga Rp70.000 hingga Rp75.000 per ekor (dari harga modal sekitar Rp65.000 - Rp68.000).
Ayam ukuran tamggung (bobot sekitar 1,9 kg) dijual berkisar Rp50.000 hingga Rp55.000 per ekor, sementara ayam ukuran Kecil mengalami kenaikan menjadi Rp55.000 dari yang sebelumnya hanya Rp50.000 per ekor.
Amin memprediksi tren kenaikan harga ayam potong ini masih akan terus berlangsung hingga mendekati hari H lebaran, bahkan berpotensi bertahan beberapa hari setelahnya akibat pasokan yang menipis.
"Biasanya harga akan terus naik sampai satu hari sebelum lebaran (H-1). Kadang sampai tiga hari setelah lebaran juga masih mahal karena stoknya mulai kurang," jelasnya.
Mengenai situasi pasar, Amin mengaku pergerakan pembeli saat ini masih tergolong normal dan belum memperlihatkan lonjakan yang berarti.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pasar baru akan mulai dipadati oleh masyarakat yang berburu daging ayam pada H-2 dan H-1 Lebaran.
Meski mulai ada pergeseran harga, Amin memastikan bahwa masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan barang di pasar. "Kalau untuk stoknya sendiri sampai saat ini masih aman dan masih banyak," pungkas Amin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....