Gen Z Lebih Suka Kopi Daripada Miras, Trend Positif?

  • 22 Jun 2026 02:47 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Dulu, “nongkrong anak muda” identik sama botol, musik kenceng, mabuk-mabukan. Sekarang coba liat kafe jam 8 malam. Isinya Gen Z: laptop, buku, tumbler cold brew, ngobrol sampe jam 11 malem tapi tetap waras.

Fenomenanya jelas: Gen Z lagi shift. Dari pesta miras ke pesta kopi. Ini cuma gaya-gayaan atau emang trend positif? Jawabannya: iya, dan dampaknya ke diri sendiri + masyarakat lumayan gede.

1. Data Bilang Apa? Gen Z Emang “Sober Curious”

Nggak cuma di Indo, ini tren global. Namanya “Sober Curious Movement” - penasaran sama hidup tanpa alkohol tapi nggak kaku kayak anti-alkohol total.

Faktanya:

  1. Gallup 2023: Cuma 62% Gen Z di AS bilang minum alkohol. Generasi Boomer angkanya 72%. Turun 10% dalam 1 generasi.
  2. IWSR Research: Konsumsi alkohol Gen Z turun 20% dibanding Millennial di usia yang sama. Tapi konsumsi kopi specialty naik 30%.
  3. Di Indonesia: Kafe specialty + kedai kopi tumbuh kayak jamur. 2023-2025 naik 2x lipat. Sementara bar/club banyak yang sepi atau ganti konsep jadi “coffee & co-working space” malam hari.

Jadi ini bukan opini, ini data. Gen Z emang milih cangkir daripada botol.

2. Kenapa Gen Z Pilih Kopi? 5 Alasan Logisnya

1. Melek Kesehatan Mental & Fisik

Gen Z tumbuh bareng info kesehatan di TikTok & YouTube. Mereka tau alkohol = depresan. Awalnya euforia, besoknya anxiety, susah tidur, mood ancur.

Kopi? Kalau dosis pas, ningkatin dopamin & fokus. Efeknya “naik” tapi tetap waras besok paginya. Buat Gen Z yang overthinking-an, jelas pilih yang nggak nambah drama ke kepala.

2. Produktif > Hura-hura

Identitas Gen Z = hustler. Kuliah + freelance + bikin konten + bisnis. Mabuk = buang 1-2 hari besoknya buat hangover. Rugi waktu & duit.

Ngopi di kafe = bisa sambil kerja, networking, bikin konten. 1 batu kena 3 burung: ngopi, produktif, sosialisasi. Lebih worth it.

3. Kontrol Diri & Citra Diri

Gen Z paling paham “personal branding”. Mabuk = resiko video viral yang memalukan, ngomong ngaco, bikin penyesalan.

Ngopi = citranya “aesthetic, produktif, self-aware”. Foto pegang kopi > foto pegang botol. Feed Instagram jadi lebih “adem”. Kontrol diri = flexing baru.

4. Dompet Lebih Aman

1 botol miras di bar = 200-500rb, efeknya 4 jam doang + hangover.

1 cup kopi specialty = 25-45rb, efeknya fokus 3 jam + bisa kerja + tumblernya dipake berulang.

Gen Z pinter ngitung ROI. Kopi menang telak.

5. Komunitasnya Lebih Sehat

Nongkrong miras = obrolannya muter di gosip & ngelantur.

Nongkrong kopi = obrolannya soal ide bisnis, karya, buku, isu sosial. Kafe jadi “kampus ketiga” Gen Z. Lingkaran pertemanannya upgrade.

3. Ini Trend Positif atau Cuma Ganti Gaya?

Jawabnya: Trend positif, tapi ada catatannya.

Sisi Positifnya Gede Banget:

  1. Turunkan Risiko Penyakit: Alkohol = biang kerok liver, jantung, kanker, kecelakaan. Kurangin alkohol = umur lebih panjang & kualitas hidup naik.
  2. Turunkan Kriminal & Kekerasan: Banyak kasus tawuran, pelecehan, kecelakaan dipicu alkohol. Kalau anak muda milih kopi, ruang publik jadi lebih aman.
  3. Ekonomi Kreatif Jalan: Kedai kopi buka lapangan kerja baru: barista, roaster, petani kopi lokal. Duit muter di UMKM, bukan ke pabrik miras.
  4. Budaya “Sadar Diri” Tumbuh: Gen Z ngajarin bahwa “seru” nggak harus mabuk. Seru bisa sambil waras, sambil berkarya.

Catatan Penting:

Kopi juga bisa negatif kalau kebablasan: 5-6 cangkir/hari = anxiety, susah tidur, asam lambung. Jadi kuncinya tetap “moderat & mindful”. Trend positif kalau kopinya sehat: gula dikit, tidur cukup.

4. Dampak ke Masyarakat Luas

Kalau Gen Z konsisten milih kopi, 10 tahun ke depan kita bakal lihat:

  1. Generasi kerja yang lebih fokus: Nggak banyak bolos karena hangover.
  2. Budaya nongkrong yang lebih produktif: Kafe jadi inkubator ide, bukan tempat ngeluh.
  3. Industri kopi Indonesia naik kelas: Petani kopi di Mamuju, Toraja, Gayo dapet harga lebih baik karena demand specialty naik.

Singkatnya: Gen Z lagi nulis ulang definisi “gaul”. Gaul = waras, produktif, dan punya karya.

Kesimpulan

Gen Z lebih suka kopi daripada miras bukan karena sok suci. Tapi karena mereka paling realistis: mau hidup sehat, mau produktif, mau punya masa depan.

Ini bukan berarti miras = jahat banget. Tapi kalau ada pilihan yang ngasih manfaat ke otak, dompet, dan relasi, kenapa nggak pilih itu?

Jadi kalau ada yang bilang “anak sekarang nggak asik, nggak mabuk”, jawab aja: “Kami asiknya sambil waras, bang. Besok masih bisa kerja.”

Menurut kamu ini tren sementara atau bakal jadi budaya baru anak muda Indonesia?

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....