Komunitas Teater di Era Digital
- 21 Mei 2026 15:56 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID ,Jakarta- Teater Terjal Yogyakarta terus menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas seni yang aktif dan relevan di era digital melalui berbagai pertunjukan, festival, hingga kolaborasi lintas kampus dan daerah. Pendiri sekaligus pelatih Teater Terjal, Muhammad Lutfi Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa nama “Terjal” awalnya berarti “Teater Jarang Latihan”, namun kini diubah menjadi “Teater Jarang Libur” karena aktivitas latihan dan pementasan yang semakin padat.
Komunitas yang lahir dari Fakultas Ilmu Budaya UGM itu kini berkembang menjadi kelompok teater umum dengan anggota lintas kampus, bahkan para alumni tetap diakui sebagai anggota seumur hidup.
“Teater Terjal itu udah ada dari tahun 2000. Di Fakultas Ilmu Budaya UGM filosofinya saat itu dibuat adalah teater jarang latihan," katanya dalam obrolan komunitas RRI Pro4 Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Lutfi, teater bukan hanya ruang berkesenian, tetapi juga tempat bagi anak muda mengekspresikan emosi, membangun solidaritas, serta menemukan teman yang benar-benar hadir dalam kehidupan nyata
“Teater juga memiliki fungsi baru yaitu sebagai tempat sampah , kenapa? Karena dalam teater banyak hal bisa kita lakukan yang nggak bisa dilakukan di ruang publik ,atas nama ekspresi, atas nama seni, kita bisa mengkritik pemerintah, mengkritik fenomena social, Selain itu anak-anak muda, misalnya mereka sering dimarahin orang tua dan mereka nggak bisa membalasnya, di kampus mereka juga harus acting jadi mahasiswa yang baik , sementara di Teater mereka bebas mau marah, mau nangis, mau tertawa terbabak, malah sebenarnya di dunia nyata yang kita akting di teater malah mereka nggak acting.," ujarnya tadi dalam perbincangan melalui telepon.
Di tengah derasnya pengaruh media sosial, Teater Terjal memanfaatkan digitalisasi untuk promosi dan produksi konten, namun tetap menekankan latihan olah tubuh dan ekspresi agar para anggota tetap manusiawi dan natural dalam berkomunikasi.
"Kemelekan dunia digital itu sangat bisa dimanfaatkan oleh teater terutama untuk pembuatan konten dan marketing. dulu kita cuma memasang poster yang bagus, sekarang hampir tiap minggu kita bikin konten," ujarnya penuh semangat
Sejak tahun 2018, Teater Terjal rutin mengadakan pementasan keliling berbagai kota untuk memperluas pengalaman artistik para anggota muda. Teater Terjal dijadwalkan menggelar pementasan besar bertajuk “Simulakra” karya Muhammad Lutfi Dwi Kurniawan pada 22 Agustus 2026 di Taman Budaya Yogyakarta. Tahun ini, Teater Terjal mengganti konsep pertunjukan keliling menjadi festival drama berskala nasional berlangsung pada November mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....