Invisible Disabilitas, Melihat yang Tak Kasat Mata
- 11 Mei 2026 13:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID. Purwokerto- Penyandang disabilitas tidak selalu tampak secara fisik. Banyak kondisi disabilitas yang bersifat invisible disability atau disabilitas tak kasat mata, namun tetap memengaruhi aktivitas dan interaksi sosial penderitanya. Hal tersebut dibahas dalam program “Pengarus Utamaan Gender (PUG)” Pro 1 RRI yang menghadirkan dosen Psikologi FK Unsoed, Diyah Woro Dwi L., S.Psi., MA.
Dalam dialog bertema “Invisible Disabilitas: Melihat yang Tak Kasat Mata”, Diyah menjelaskan bahwa masyarakat masih cenderung memahami disabilitas hanya dari kondisi yang terlihat secara fisik. Padahal, terdapat berbagai kondisi disabilitas yang tidak tampak secara langsung, seperti gangguan kesehatan mental, ADHD, disleksia, autisme ringan, gangguan pendengaran tertentu, hingga penyakit kronis.
“Sering kali seseorang dianggap sehat atau baik-baik saja hanya karena tidak memiliki hambatan fisik yang terlihat, padahal mereka memiliki keterbatasan tertentu yang memengaruhi aktivitas sehari-hari,” ujar Diyah dalam siaran tersebut.
Menurutnya, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap disabilitas tak kasat mata sering menimbulkan stigma dan diskriminasi bagi penyandangnya. Kondisi tersebut membuat banyak penyandang invisible disability kesulitan memperoleh dukungan sosial dari lingkungan sekitar.
“Yang dibutuhkan penyandang disabilitas tak kasat mata adalah pemahaman dan ruang aman untuk dapat diterima tanpa stigma,” katanya.
Ia menambahkan, edukasi publik mengenai ragam disabilitas penting dilakukan agar masyarakat memiliki perspektif yang lebih inklusif dan tidak mudah menghakimi seseorang hanya dari penampilan fisik.
“Kesadaran masyarakat terhadap invisible disability perlu terus dibangun agar tercipta lingkungan yang lebih ramah dan setara bagi semua kalangan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....