Memenuhi Panggilan Allah dengan Hati dan Keikhlasan

  • 09 Mei 2026 17:04 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Ibadah haji bukan semata soal kemampuan harta, melainkan tentang panggilan hati dan kesungguhan memenuhi seruan Allah SWT. Hal tersebut disampaikan Ustaz Marasakti Bangun dalam program Kajian Mutiara Sore di Pro 4 FM RRI Medan.

Dalam tausiyahnya, ia mengutip Surah Al-Hajj ayat 27 yang menjelaskan perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyeru manusia agar menunaikan ibadah haji. Menurutnya, sejak saat itu manusia telah dipanggil untuk datang ke Baitullah.

“Bukan soal kaya atau berpunya, tetapi siapa yang benar-benar memenuhi panggilan Allah SWT,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak orang dengan keterbatasan ekonomi justru mampu berangkat haji karena memiliki niat kuat dan kesungguhan hati. Bahkan, ada yang menabung sedikit demi sedikit dari hasil bekerja sebagai tukang becak, pemulung, hingga pedagang kecil.

Menurutnya, ketika seseorang mendahulukan kepentingan akhirat dan berusaha membela agama Allah, maka pertolongan dan rezeki akan datang dengan jalan yang tidak disangka-sangka.

Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan kisah seorang ayah yang memilih menggunakan tabungannya untuk mendaftar haji dibanding modal usaha. Namun beberapa waktu kemudian, Allah SWT tetap memberikan jalan sehingga usaha anaknya dapat berjalan dengan baik.

“Jika kita mendahulukan kepentingan Allah, maka urusan dunia insyaAllah akan ikut dimudahkan,” katanya.

Di akhir kajian, Ustaz Marasakti Bangun mengingatkan bahwa ibadah haji menjadi simbol kepulangan manusia kepada Allah SWT. Pakaian ihram berwarna putih disebut sebagai pengingat bahwa manusia kelak akan kembali menghadap Sang Pencipta dengan kesederhanaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....