Lima Hal yang Bisa Menghindarkan Diri dari Kemaksiatan

  • 29 Apr 2026 08:01 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menjaga diri dari maksiat menjadi tantangan di tengah kehidupan modern, sebab godaan datang dari berbagai arah tanpa mengenal waktu. Upaya menjauhkan diri dari maksiat menjadi langkah penting yang efektif menjaga diri dari perbuatan yang dilarang agama.

Di antaranya pertama istiqomah atau istikamah dalam melaksanakan sholat. Istikamah yang dimaksud artinya konsisten dalam waktunya, syarat rukunnya, gerakannya, bacaannya, benar sesuai dengan syariat dan bisa memahami apa yang dibaca sehingga bisa diaktualisasikan dalam kehidupannya sehari-hari bacaan salat tersebut.

Hal ini disampaiakan Ustaz Akh. Masturi, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, saat di Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sumenep, Rabu, 29 April 2026. “Jika seseorang itu sudah istikamah betul dalam salatnya, maka insyaAllah dia bisa terhindar dari maksiat."

Ia menambahkan, Allah mengatakan dalam surat Al-Ankabut bahwa salat bisa mencegah diri dari perbuatan fahsya atau kekejian. Selanjutnya wal munkar, sesuatu yang diingkari atau yang tidak diakui oleh syariat.

Kedua, istikamah dalam membaca Al-Quran. Saat membaca Al-Quran dan berusaha mengerti isinya dengan membaca terjemahannya, maka Al-Quran itu akan menjadi petunjuk bagi kita semua.

Allah Swt. berfirman dalam surat Al-Baqarah bahwa Al-Quran merupakan merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. "Sebagai orang Islam yang bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala adalah termasuk orang-orang muttaqin, akan menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk," ucap Ustaz Masturi menjelaskan.

Ketiga, bergaul dengan orang-orang sholeh. Ini adalah usaha untuk tidak terjebak atau jatuh ke dalam maksiat. “Hati-hati di zaman sekarang, terutama anak-anak kita, putra-putri kita, jangan sampai salah memilih teman, jangan sampai salah dalam pergaulan," katanya menegaskan. "Ketika berteman dengan orang yang saleh, insyaAllah dia akan ikut soleh walaupun mungkin sedikit."

Keempat, memperbanyak zikir. Ketika seseorang selalu berzikir kepada Allah Swt., dia akan selalu diingat oleh Allah. Kemudian dia akan dibimbing untuk selalu melaksanakan kebaikan. Dalam hati orang yang selalu berzikir tertanam bahwa dirinya diawasi oleh Allah sehingga bisa dijauhi dari maksiat.

Terakhir atau kelima, selalu mengingat kematian. Rasulullah saw. mengajarkan kaumnya untuk memperbanyak mengingat kematian karena akan mampu menghancurkan kelezatan dan kenikmatan dunia. "Ketika seseorang meninggal dunia, sebenarnya dia bukan berakhir, namun permulaan yang sebenarnya, karena dia akan dimintai pertanggung jawaban atas perbuatan selama hidupnya di dunia," kata Ustaz Masturi menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....