ADPIKI Dorong Penguatan Peran Dosen Melalui Riset Orisinal dan Berdampak

  • 26 Apr 2026 17:44 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • ADPIKI mendorong dosen menjadi otoritas akademik melalui riset orisinal dan berdampak, seiring meningkatnya tantangan pendidikan tinggi di era digital dan kebutuhan penguatan kontribusi ilmiah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) mendorong penguatan peran dosen sebagai otoritas akademik melalui pengembangan riset yang orisinal dan berdampak. Hal ini dinilai penting di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks dan berbasis data.

Ketua Umum ADPIKI, Heri Budianto, menegaskan bahwa peran dosen saat ini tidak lagi cukup hanya sebagai pengajar di kelas. Dosen dituntut mampu membangun otoritas keilmuan melalui kontribusi nyata dalam penelitian.

“Dosen hari ini harus naik kelas, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi menjadi rujukan keilmuan melalui riset yang kredibel dan berdampak,” ujarnya dalam keterangan kepada RRI, Minggu 26 April 2026.

Menurut Heri, penguatan budaya riset menjadi kunci untuk menjawab tantangan mahasiswa yang semakin kritis, sekaligus menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Otoritas akademik, lanjutnya, tidak lagi ditentukan oleh gelar atau jabatan semata, melainkan oleh rekam jejak kontribusi ilmiah yang dapat diuji dan dimanfaatkan.

Sementara itu, Profesor Komunikologi Universitas Padjadjaran, Engkus Kuswarno, menilai kehadiran ADPIKI tidak sekadar sebagai organisasi baru, melainkan momentum penting untuk konsolidasi keilmuan komunikasi di Indonesia.

Ia menyebut ADPIKI berperan menjembatani keterpisahan antara dosen dan peneliti yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, sekaligus memperkuat keduanya sebagai satu komunitas keilmuan.

“ADPIKI perlu dilihat sebagai ruang epistemik, bukan hanya administratif. Ini adalah upaya kolektif untuk memperkuat legitimasi ilmiah dan memastikan ilmu komunikasi memiliki dampak nyata di masyarakat,” kata Engkus.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di tengah masyarakat berbasis informasi, peran akademisi komunikasi semakin strategis, terutama dalam membentuk kualitas diskursus publik hingga arah kebijakan.

Senada, Guru Besar Komunikasi Pembangunan IPB University, Amiruddin Saleh, menyebut riset sebagai fondasi utama dalam membangun legitimasi akademik dosen.

“Melalui riset, dosen dapat menghadirkan pembelajaran berbasis data dan realitas yang relevan. Di situlah otoritas keilmuan terbentuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi antara riset dan pengajaran akan menciptakan ekosistem akademik yang lebih produktif, di mana ruang kelas tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang lahirnya ide dan inovasi.

Dengan penguatan riset tersebut, diharapkan peran perguruan tinggi semakin nyata dalam mendukung pembangunan berbasis pengetahuan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....