Pramuka Satuan Karya Pustaka Banyumas Kawal Transformasi Perpustakaan Digital

  • 26 Apr 2026 09:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Satuan Karya (Saka) Pustaka Kabupaten Banyumas memegang peran strategis sebagai agen perubahan dalam mendukung transformasi perpustakaan digital di era modern. Melalui kolaborasi antara generasi muda dan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Banyumas, pramuka kini tidak hanya aktif di alam terbuka, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mendekatkan layanan literasi berbasis teknologi kepada masyarakat.

Dalam siaran dialog di Pro 2 Purwokerto Senin 13 April 2026, Pimpinan Saka Pustaka Banyumas Kak Fuad Zein Arifin, menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini telah berubah wajah dari stigma kuno menjadi lebih inklusif dan modern. Saka Pustaka hadir sebagai wadah bagi anggota pramuka penegak dan pandega untuk mendalami bidang kepustakawanan.

"Perpustakaan dulu dan sekarang sudah berbeda. Kini kami menganggap pengunjung atau pemustaka sebagai kekasih yang harus diberikan layanan terbaik," ujar Kak Fuad

Menurut Kak Fuad, kabupaten Banyumas saat ini telah memiliki tiga platform layanan digital utama untuk menunjang minat baca masyarakat tanpa batasan jarak dan waktu. Platform ini menurut kak Fuad menjadi terobosan baru yang diharapkan mampu meningkatkan tingkat literasi masyarakat Banyumas.

" Yang pertama kami punya Titik Akses Baca atau yang kami sebut Tugu Baca, jadi kami menggunakan kode QR di area publik seperti Alun-alun Purwokerto yang menyediakan sekitar 150 bahan bacaan digital, terus kami juga ada aplikasi Ipusda Banyumas yang dapat diunduh gratis di Play Store untuk meminjam buku secara digital, kemudian yang ketiga kami meluncurkan Perpustakaan Inyong Banyumas yang merupakan Inovasi terbaru hasil kerja sama dengan Kominfo yang memungkinkan satu buku digital dibaca oleh banyak orang secara bersamaan, sebuah fitur yang diklaim sebagai terobosan unik di Banyumas, " Tambah Kak Fuad.

Sementara itu Dewan Saka Pustaka Tyas Salsa Alfani menekankan bahwa keterlibatan anak muda dalam Saka rintisan ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk memajukan literasi. Hal senada disampaikan oleh B. Ivan Sebastian, anggota Dewan Saka lainnya, yang menyebutkan bahwa Krida Peta atau Pengembangan Perpustakaan menjadi fokus utama mereka dalam mengaplikasikan teknologi informasi untuk layanan publik.

"Membaca itu terdengar sederhana, tapi dari sanalah lahir pemikiran dan perubahan besar," ungkap Tyas.

Saat ini program ambisius "1000 Titik Akses Baca" kini tengah dipersiapkan untuk disebar di berbagai lokasi strategis seperti taman kota, rumah sakit, hingga kantor kecamatan di seluruh wilayah Banyumas. Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan alasan masyarakat akan sulitnya akses buku fisik, sekaligus memanfaatkan bonus demografi dengan kegiatan positif di dunia digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....