Sekolah KOHATI: Mematahkan Stigma, Menguatkan Peran Perempuan Berpendidikan
- 20 Apr 2026 16:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kegiatan Sekolah KOHATI yang digelar HMI-Wati Cabang Purwokerto berlangsung dinamis dengan menghadirkan narasumber seorang praktisi radio sekaligus dosen LB UIN Saizu Purwokerto. Acara ini tidak hanya menyajikan materi tentang perempuan dalam perspektif Islam, tetapi juga membuka ruang diskusi interaktif antara peserta dan narasumber.
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta mengangkat persoalan yang kerap muncul di masyarakat, khususnya di pedesaan, terkait stigma bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi. “Untuk apa kuliah tinggi-tinggi, kalau akhirnya di rumah juga mengurus anak dan suami,” ungkap peserta, menggambarkan realitas yang masih banyak ditemui.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan bahwa pandangan tersebut perlu dipatahkan secara perlahan namun konsisten. Menurutnya, pendidikan bagi perempuan bukan sekadar untuk mengejar karier, melainkan sebagai bekal dalam membangun kualitas diri dan keluarga. “Perempuan yang berilmu akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari sanalah lahir generasi yang cerdas dan berakhlak,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa dalam ajaran Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk membatasi akses pendidikan hanya karena konstruksi sosial yang berkembang di masyarakat.
Diskusi berlangsung hangat dan reflektif. Narasumber mengajak para peserta untuk menjadi agen perubahan dengan menunjukkan kapasitas dan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing. Perempuan, menurutnya, tidak harus memilih antara pendidikan dan peran domestik, melainkan mampu menjalankan keduanya secara seimbang.
Melalui kegiatan Sekolah KOHATI ini, diharapkan lahir kesadaran baru bahwa perempuan, termasuk yang berasal dari desa, memiliki hak dan peluang yang sama untuk berkembang. Pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat peran perempuan, baik di dalam keluarga maupun dalam kehidupan sosial yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....