Retno Marsudi Soroti Kebutuhan Aksi Nyata dalam Ketahanan Air Global
- 31 Mar 2026 15:35 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, menekankan pentingnya aksi nyata dan terukur dalam menghadapi krisis air global. Pernyataan itu disampaikannya dalam Town Hall Meeting Water Security yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Menurut Retno, konferensi air dunia yang akan digelar, termasuk UN Water Conference di Senegal, harus menghasilkan implementasi konkret, bukan sekadar komitmen formal. “This conference should be an action-oriented conference,” tegasnya.
Ia menjelaskan kompleksitas tantangan global di sektor air, sanitasi, energi, industri, dan ekonomi digital, yang membutuhkan pendekatan kolaboratif dan terintegrasi. Pendekatan sektoral atau silo dianggap tidak memadai untuk menyelesaikan krisis air secara menyeluruh.
Data Bank Dunia menunjukkan setiap tahunnya terdapat kesenjangan pendanaan untuk mencapai SDGs 6 (clean water and sanitation for all) sebesar 121–140 miliar dolar AS. Retno menekankan pentingnya investasi yang mempertimbangkan dampak luas; setiap 1 USD yang diinvestasikan dalam sektor air bisa menghasilkan return hingga 6,8 USD.
Selain itu, menurut World Resources Institute (WRI), menyediakan akses air bagi seluruh penduduk dunia membutuhkan sekitar 1 persen dari total PDB global, atau setara 29 sen per orang per hari. Hal ini menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor dan perumusan kebijakan air yang terintegrasi secara nasional maupun global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....