Istighfar: Solusi Berbagai Masalah
- 08 Mar 2026 03:27 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Memperbanyak istighfar atau memohon ampun kepada Allah SWT diyakini sebagai salah satu amalan yang mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan kehidupan. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Turmuzi dalam program Sahur Barokah, Minggu, 8 Maret 2026.
Ustaz Turmuzi menegaskan bahwa istighfar bukan sekadar ucapan untuk memohon ampun atas dosa, tetapi juga merupakan kunci datangnya berbagai kemudahan dan keberkahan hidup.
“Sering kali manusia menghadapi berbagai masalah seperti kesulitan rezeki, kegelisahan, hingga persoalan keluarga. Salah satu solusi yang diajarkan dalam Islam adalah memperbanyak istighfar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa anjuran untuk memperbanyak istighfar telah disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surat Nuh ayat 10–13. Dalam ayat tersebut, Nabi Nuh AS menyeru kaumnya agar memohon ampun kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
"Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia akan memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai. Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?" (QS. Nuh: 10–13).
Menurut Ustaz Turmuzi, ayat tersebut menunjukkan bahwa istighfar memiliki dampak yang luas dalam kehidupan manusia, mulai dari terbukanya pintu rezeki, datangnya keberkahan, hingga turunnya rahmat Allah SWT.
“Allah sendiri yang menjanjikan dalam Al-Qur’an bahwa dengan istighfar, kesulitan dapat diganti dengan kemudahan. Karena itu, jangan pernah meremehkan amalan yang satu ini,” jelasnya.
Selain dalil dari Al-Qur’an, Ustaz Turmuzi juga mengutip sebuah kisah terkenal dari ulama besar tabi’in, Hasan Al-Basri, yang menunjukkan betapa dahsyatnya istighfar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Ia menceritakan bahwa suatu ketika ada beberapa orang datang kepada Hasan Al-Basri dengan berbagai masalah. Seseorang mengadu tentang kekeringan yang melanda daerahnya, orang lain mengeluhkan kemiskinan, sementara yang lain lagi mengeluhkan belum memiliki keturunan.
Namun kepada semua orang tersebut, Hasan Al-Basri memberikan jawaban yang sama, yaitu memperbanyak istighfar.
Melihat hal itu, salah seorang muridnya bertanya mengapa semua persoalan diberikan solusi yang sama. Hasan Al-Basri kemudian menjelaskan bahwa jawabannya merujuk pada ayat dalam Surat Nuh yang menjelaskan bahwa istighfar menjadi sebab turunnya hujan, datangnya rezeki, serta bertambahnya keturunan.
“Dari kisah itu kita belajar bahwa istighfar bukan hanya ibadah lisan, tetapi juga menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dalam berbagai persoalan,” kata Ustaz Turmuzi.
Ia juga menekankan bahwa istighfar sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika seseorang sedang mengalami kesulitan, tetapi juga ketika berada dalam keadaan lapang.
Menurutnya, kebiasaan memperbanyak istighfar akan menjadikan hati lebih tenang, memperbaiki hubungan manusia dengan Allah SWT, serta membuka pintu keberkahan dalam kehidupan.
“Biasakan membaca Astaghfirullah setiap hari. Bahkan para ulama menganjurkan minimal seratus kali dalam sehari. Semakin sering kita beristighfar, semakin besar pula rahmat Allah yang kita harapkan,” ujarnya.
Ustaz Turmuzi mengajak umat Islam untuk menjadikan istighfar sebagai amalan harian yang tidak pernah ditinggalkan. Ia meyakini bahwa dengan memperbanyak istighfar, berbagai kesulitan hidup akan dimudahkan oleh Allah SWT.
“Jangan pernah lelah memohon ampun kepada Allah. Istighfar adalah kunci ketenangan hati dan solusi bagi banyak masalah kehidupan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....