Sebanyak 1,5 Juta Kendaraan Masuk Kota Bandung saat Libur Imlek 2026
- 17 Feb 2026 12:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak 1,5 juta kendaraan tercatat masuk ke Kota Bandung, Jawa Barat, selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 pada periode 13–15 Februari. Lonjakan volume kendaraan tersebut memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama, terutama di kawasan pusat kota dan destinasi wisata favorit.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengungkapkan berdasarkan rilis dari kepolisian, lonjakan kendaraan terjadi secara signifikan dalam kurun tiga hari libur panjang tersebut.
“Saya memang belum turun langsung ke lapangan, tetapi dari pantauan media terlihat luar biasa. Berdasarkan rilis dari kepolisian yang saya baca, dalam tiga hari tercatat sekitar 1,5 juta kendaraan masuk ke Kota Bandung,” ujar Adi di Bandung, Salasa 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan, jika dirata-ratakan, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Bandung mencapai lebih dari 500 ribu unit per hari. Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memilih Bandung sebagai destinasi wisata saat momentum libur panjang Imlek.
“Belum, kami belum melakukan pengecekan langsung di lapangan. Namun berdasarkan rilis kepolisian yang saya baca, selama tiga hari sekitar 1,5 juta kendaraan masuk ke Kota Bandung. Jika dirata-ratakan, sekitar 500 ribu lebih kendaraan per hari,” jelasnya.
Menurut Adi, tingginya arus kendaraan menjadi indikator bahwa masih menjadi salah satu alternatif utama tujuan wisata, khususnya bagi wisatawan domestik. Mayoritas kendaraan yang masuk diketahui berasal dari arah barat, seperti Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Fenomena ini sekaligus mempertegas posisi sebagai destinasi favorit warga Jabodetabek untuk menghabiskan waktu libur panjang. Selain jaraknya yang relatif dekat, Bandung menawarkan beragam pilihan wisata, mulai dari wisata kuliner, belanja, wisata alam di kawasan utara dan selatan kota, hingga atraksi budaya yang tersebar di berbagai titik.
Lonjakan kunjungan wisatawan tersebut berdampak langsung terhadap kepadatan lalu lintas di sejumlah titik strategis. Beberapa ruas jalan utama seperti kawasan Dago, Pasteur, hingga pusat kota dilaporkan mengalami antrean panjang kendaraan, terutama pada jam-jam puncak kedatangan dan kepulangan wisatawan. Kepadatan juga terjadi di sekitar gerbang tol dan akses menuju kawasan wisata populer.
Pemerintah Kota Bandung bersama aparat kepolisian dan dinas terkait sebelumnya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya melalui rekayasa lalu lintas, pengaturan arus kendaraan di titik-titik rawan kemacetan, serta penempatan personel tambahan untuk mengurai kepadatan.
Adi menilai, lonjakan kunjungan ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah. Dari sisi ekonomi, tingginya mobilitas wisatawan berdampak positif terhadap okupansi hotel, peningkatan transaksi di sektor kuliner, pusat perbelanjaan, hingga pelaku UMKM. Namun di sisi lain, kepadatan lalu lintas dan potensi penumpukan wisatawan di sejumlah lokasi perlu diantisipasi agar tidak menurunkan kenyamanan pengunjung.
“Ini tentu menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Tetapi di saat yang sama, menjadi tantangan bagi kami untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan tetap terjaga,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....