MBG Daerah Terluar di Lebak Belum Beroperasi

  • 16 Jul 2026 14:32 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Lebak hingga kini belum berjalan sepenuhnya. Padahal, pemerintah telah menetapkan sebanyak 51 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T di daerah tersebut.

Belum beroperasinya program itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak. Pasalnya, keberadaan MBG di wilayah 3T dinilai sangat penting untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik dan kelompok penerima manfaat lainnya. Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Lebak mengakui program MBG 3T telah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada satu pun SPPG 3T yang beroperasi secara penuh untuk melayani masyarakat di wilayah sasaran. Amir mengatakan proses pelaksanaan program masih menunggu tahapan yang dilakukan pemerintah pusat, termasuk penyelesaian proses verifikasi kelayakan dapur SPPG.

"Program MBG 3T memang sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Namun sampai hari ini belum ada satu pun yang benar-benar beroperasi. Kami berharap pelaksanaannya dapat segera dimulai," kata Amir Hamzah. Percepatan operasional sangat dibutuhkan agar manfaat program segera dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di wilayah 3T.

Amir menyebut para pengelola SPPG telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membangun dapur sebagai syarat pelaksanaan program. "Sebanyak 37 SPPG 3T telah mengeluarkan biaya cukup besar untuk membangun dapur. Karena itu kami berharap pemerintah pusat segera mengaktifkan program MBG di Kabupaten Lebak," ujarnya.

Dari total 51 dapur SPPG 3T yang telah direncanakan, saat ini baru lima dapur yang dinyatakan masuk tahap verifikasi kelayakan. Lima dapur tersebut dipastikan dapat mulai beroperasi pada pekan depan apabila seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah terpenuhi.

Nantinya, dapur tersebut akan menyiapkan makanan bergizi bagi peserta didik serta kelompok penerima manfaat lainnya sesuai ketentuan program MBG. Sebanyak 46 SPPG lainnya masih berada dalam tahap pembangunan di berbagai wilayah 3T Kabupaten Lebak.

Setiap SPPG dirancang melayani maksimal 1.000 penerima manfaat sehingga membutuhkan kesiapan infrastruktur yang memadai. Pemerintah juga menyesuaikan konsep pembangunan SPPG di daerah 3T dengan kondisi geografis masing-masing wilayah.

Hal itu dilakukan karena akses menuju sejumlah desa di kawasan 3T cukup sulit dan memiliki medan yang berat. Sistem distribusi makanan dari dapur menuju sekolah maupun penerima manfaat pun berbeda dibandingkan wilayah reguler.

Untuk menjangkau daerah terpencil, pendistribusian makanan direncanakan menggunakan kendaraan kabin ganda seperti Toyota Hilux yang dinilai lebih mampu melewati medan berat. Pemerintah berharap penggunaan kendaraan tersebut dapat menjaga kelancaran distribusi makanan bergizi hingga ke wilayah pelosok.

Sebaran SPPG 3T di Kabupaten Lebak berada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Cipanas, Lebak Gedong, Sobang, Cibeber, Panggarangan, Bojongmanik, Cirinten, Cigemblong, dan Leuwidamar.

Beberapa dapur SPPG juga dibangun di kawasan yang pernah terdampak bencana alam pada tahun 2020. Hingga kini, sebagian masyarakat di wilayah tersebut masih menempati hunian sementara sehingga menjadi salah satu prioritas penerima manfaat program MBG. Pemerintah Kabupaten Lebak berharap seluruh tahapan verifikasi dan pembangunan dapat diselesaikan secepat mungkin agar seluruh 51 SPPG dapat beroperasi secara bertahap.

Amir Hamzah menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. "Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh SPPG segera aktif. Harapan kami, anak-anak di wilayah 3T dan masyarakat penerima manfaat dapat segera menikmati program makan bergizi gratis ini," ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....