Petugas KDMP di Lebak Masuk Tahapan Pendidikan dan Pelatihan

  • 19 Jun 2026 16:10 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Proses perekrutan manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah selesai dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat. Saat ini, para peserta yang dinyatakan lolos seleksi mulai mengikuti program pelatihan dan retret yang berlangsung selama tiga bulan.

Kegiatan pembekalan tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi yang berada di sekitar Jakarta. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam suangsa, mengatakan bahwa proses rekrutmen merupakan kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi dan PT Agrinas.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak terlibat langsung dalam proses seleksi calon manajer KDMP. “Perekrutan Manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan kebijakan Kemenkop dan PT Agrinas. Rekrutmen dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan saat ini prosesnya sudah selesai,” kata Imam Suangsa di , Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menjelaskan, seluruh peserta yang lolos kini memasuki tahapan pembekalan sebelum diterjunkan ke daerah. “Para manajer mulai mengikuti pelatihan dan retret selama tiga bulan di beberapa lokasi yang dekat dengan Jakarta,” ujarnya, di Rangkasbitung, Jum'at, 19 Juni 2026.

Meski proses rekrutmen telah berakhir, pemerintah daerah hingga kini belum menerima informasi mengenai jumlah manajer yang akan ditempatkan di Kabupaten Lebak. Hal serupa juga berlaku untuk wilayah Provinsi Banten. Imam mengaku pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah Pusat terkait distribusi tenaga manajerial tersebut.

“Sampai sekarang daerah belum mendapatkan informasi berapa jumlah manajer yang nantinya akan disalurkan ke KDMP di Lebak atau Banten,” katanya.

Ia menegaskan belum ada informasi resmi mengenai kuota manajer untuk masing-masing daerah. “Kami juga belum mengetahui berapa kuota manajer yang akan diberikan,” ucapnya. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, Pemerintah Pusat membuka seleksi bagi sekitar 30 ribu calon manajer KDMP di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut disiapkan untuk mendukung pengelolaan koperasi desa yang akan dikembangkan di berbagai wilayah. Namun demikian, lokasi penempatan para manajer tersebut masih belum diumumkan. “Yang baru kami ketahui, mereka membuka seleksi untuk 30 ribu manajer koperasi,” ujar Imam.

Ia menambahkan hingga saat ini belum ada rincian mengenai desa-desa yang akan menjadi lokasi penugasan para manajer. “Untuk penempatannya di desa mana saja, sampai saat ini belum ada informasinya,” katanya.

Dalam struktur KDMP, manajer memiliki peran penting untuk memperkuat tata kelola organisasi dan pengembangan usaha koperasi. Mereka akan bertanggung jawab mengelola berbagai unit bisnis yang dimiliki koperasi agar berjalan lebih profesional dan berkelanjutan. “Manajer KDMP bertugas mengelola dan memperkuat tata kelola koperasi, terutama pada unit bisnis yang ada di koperasi,” ujar Imam.

Selain itu, para manajer tidak akan bekerja sendiri karena harus berkolaborasi dengan pengurus koperasi yang telah terbentuk di tingkat desa. “Nantinya mereka akan bekerja sama dan bersinergi dengan pengurus koperasi,” katanya.

Imam juga menjelaskan bahwa para manajer KDMP akan menerima penghasilan dari PT Agrinas sebagai pihak yang menaungi mereka. “Gaji mereka berasal dari PT Agrinas, sehingga mereka menjadi bagian dari pegawai BUMN,” ujarnya.

Menurut perkiraan, para peserta akan menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan retret pada akhir Agustus 2026. Setelah itu, mereka akan mulai ditempatkan di berbagai daerah sesuai kebutuhan program KDMP. “Kemungkinan setelah menyelesaikan pelatihan dan retret, mereka akan mulai dikirim ke daerah sekitar akhir Agustus atau awal September,” ucap Imam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....