Desa Ngargoretno Magelang Sulap Aktivitas Warga Jadi Daya Tarik Wisata
- 16 Jul 2026 11:27 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Desa Wisata Ngargoretno mengembangkan konsep pariwisata berbasis masyarakat sejak 2015 dengan mengubah aktivitas sehari-hari warga seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan menjadi daya tarik wisata edukasi.
- Pendekatan pengembangan desa wisata fokus pada pemberian nilai tambah terhadap potensi yang sudah ada tanpa menciptakan objek wisata baru, sehingga karakter dan tradisi lokal tetap terjaga.
- Melalui kolaborasi dengan generasi muda untuk pemasaran media sosial, desa wisata mampu memperluas jangkauan promosi sambil meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesadaran lingkungan.
RRI.CO.ID, Semarang – Desa Wisata Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, mengembangkan konsep pariwisata berbasis masyarakat dengan mengubah aktivitas sehari-hari warga menjadi daya tarik wisata. Melalui pendekatan tersebut, desa wisata ini mampu meningkatkan nilai ekonomi tanpa menghilangkan karakter dan tradisi lokal yang telah diwariskan turun-temurun.
Desa wisata yang dirintis sejak 2015 itu mengangkat berbagai potensi yang telah dimiliki masyarakat, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, hingga keberadaan marmer merah yang menjadi ciri khas kawasan Menoreh. Seluruh potensi tersebut dikemas menjadi paket wisata edukasi.
Direktur Desa Wisata Ngargoretno, Soim Tam, mengatakan konsep yang dikembangkan bukan menciptakan objek wisata baru, melainkan memberi nilai tambah pada aktivitas masyarakat yang sudah berlangsung sejak lama. "Jadi bukan menciptakan sesuatu yang baru, tetapi mengembangkan potensi yang memang sudah ada agar memiliki nilai tambah," ujarnya dalam dialog Forum Astacita RRI Semarang, Senin, 13 Juli 2026.
Menurut Soim, setiap dusun di Desa Ngargoretno memiliki potensi yang berbeda-beda. Oleh larena itu, masyarakat dilibatkan sesuai keunggulan wilayah masing-masing agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Ia mencontohkan komoditas kopi yang kini tidak hanya dijual sebagai hasil panen, tetapi juga diolah menjadi minuman yang dapat dinikmati wisatawan. Pengunjung juga diajak mengenal proses budidaya hingga pengolahan kopi sebagai bagian dari wisata edukasi.
Konsep serupa diterapkan pada sektor peternakan. Wisatawan dapat mengikuti aktivitas memerah susu kambing maupun belajar mengenai pengelolaan peternakan secara langsung bersama warga.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, pengembangan desa wisata juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan. Warga mulai aktif mengelola sampah, menanam pohon, dan menjaga kawasan konservasi, terutama karena wilayah tersebut memiliki keterbatasan sumber air.
"Prinsip keberlanjutan bagi kami adalah tetap menjaga aktivitas bertani dan berkebun yang sudah diwariskan turun-temurun. Kemudian, menambah nilai melalui sektor edukasi dan pariwisata tanpa menghilangkan karakter desa," katanya.
Dalam pengembangan promosi, Desa Wisata Ngargoretno melibatkan generasi muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus menjaga identitas lokal tetap melekat pada desa wisata.
Soim berharap pemerintah terus mendukung pengembangan desa wisata melalui peningkatan infrastruktur, terutama akses jalan menuju kawasan wisata. Perbaikan akses diyakini akan mempermudah mobilitas wisatawan sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....