BMKG Tekankan Pentingnya Informasi Iklim untuk Mitigasi Karhutla
- 15 Jul 2026 19:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Informasi iklim menjadi salah satu kunci dalam upaya mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). BMKG mengajak masyarakat memanfaatkan informasi tersebut sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana.
Hal tersebut disampaikan dalam Program Kentongan Radio Tanggap Bencana RRI Banjarmasin, Selasa sore, 14 Juli 2026. Dialog mengangkat tema "Waspada Kekeringan dan Karhutla: Memahami Peran Informasi Iklim dalam Mitigasi Bencana" dengan narasumber M. Agvi Septiarno Rachman, S.Tr., Prakirawan Meteorologi Pertama Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan.
Menurut Agvi, kekeringan meteorologis merupakan tahap awal sebelum berdampak pada ketersediaan sumber air dan sektor pertanian. Kondisi tersebut ditandai curah hujan yang berada di bawah normal dalam periode tertentu.
"Jadi kekeringan itu memang ada tahapannya, yang pertama kali terjadi namanya kekeringan meteorologis," ucap Agvi. "Ini kondisi ketika curah hujan berada di bawah normal dalam periode tertentu dan dapat memicu kekeringan hidrologis serta pertanian."
Ia menjelaskan BMKG memantau potensi kekeringan setiap hari melalui jaringan stasiun cuaca, satelit, dan radar. Pemantauan juga dilakukan dengan menganalisis Hari Tanpa Hujan (HTH) serta akumulasi curah hujan.
"Kami di BMKG memantau kondisi ini secara real-time setiap hari menggunakan jaringan stasiun pengamatan cuaca, satelit cuaca, dan radar," ujarnya. "Jika lebih dari 21 hari tidak turun hujan, bahkan mencapai 60 hari, disertai curah hujan kurang dari 20 milimeter per 10 hari, kami mengeluarkan peringatan dini dengan status Waspada, Siaga, hingga Awas."
Agvi mengatakan fenomena El Nino dapat mengurangi curah hujan sehingga musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih panas. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan bergambut.
Ia menambahkan, kelembapan udara yang menurun serta vegetasi yang kehilangan kandungan air membuat lahan menjadi sangat kering. Akibatnya, api dapat dengan cepat membesar dan sulit dipadamkan, terutama saat angin bertiup kencang pada musim kemarau.
BMKG berperan menyediakan informasi prakiraan musim, Fire Danger Rating System (FDRS), titik panas (hotspot), serta peringatan dini bagi instansi penanggulangan bencana. Informasi tersebut menjadi dasar bagi BNPB, BPBD, Manggala Agni, TNI, dan Polri dalam melaksanakan langkah mitigasi di lapangan.
"Peran utama BMKG adalah sebagai penyedia data dan informasi hulu atau peringatan dini," ujar Agvi. "Kami tidak mengeksekusi pemadaman api di lapangan, tetapi memetakan wilayah yang berpotensi terdampak."
Agvi mengimbau masyarakat memanfaatkan informasi cuaca dan iklim melalui aplikasi Info BMKG, media sosial resmi, maupun laman BMKG. Menurutnya, informasi tersebut membantu masyarakat mengantisipasi risiko kekeringan dan karhutla sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....