Momentum Harkopnas ke-79 2026 dan Komitmen Pemprov NTT melalui GAMAS

  • 14 Jul 2026 18:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Bertempat di halaman depan Gedung Sasando - Kantor Gubernur NTT pada, Senin 13 Juli 2026 pagi dilaksanakan apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Apel yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda serta Pimpinan Perangkat Daerah.

Mengawali apel tersebut, Gubernur NTT terlebih dahulu membacakan langsung amanat dari Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dalam Rangka Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke 79 Tahun 2026 yang jatuh pada 12 Juli kemarin. “Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh insan koperasi di daerah, para pengurus, pengawas, pengelola, anggota, dan pegiat koperasi yang dengan penuh pengabdian terus menjaga dan mengembangkan koperasi di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi bersama,” ucap Gubernur Melki membacakan sambutan Menteri Koperasi.

Peringatan Hari Koperasi dijelaskannya bukan sekadar seremoni tahunan melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Di tengah berbagai tantangan, koperasi menurutnya harus semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.

“Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, telah meletakkan fondasi pemikiran yang tetap relavan hingga hari ini, bahwa koperasi bukan badan usaha semata, tetapi merupakan usaha bersama untuk memperbaiki kehidupan ekonomi berdasarkan semangat tolong-menolong dan asas kekeluargaan. Bagi Bung Hatta, koperasi adalah pengejawantahan demokrasi ekonomi,” ujarnya.

“Setiap anggota memiliki hak yang sama untuk tumbuh, dan keberhasilan tidak hanya diukur dari keuntungan tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan seluruh anggotanya,” katanya. Lebih lanjut, Menteri Koperasi mengatakan semangat koperasi yang digelorakan oleh Bung Hatta tersebut kini diwujudkan melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat. Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pemerintah mendorong lahirnya lebih dari 80.000 koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

“Saat ini ada lebih dari 80.000 KDKMP, dimana lebih dari 1.061 diantaranya telah beroperasi sebagai langkah awal. KDKMP diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, memperpendek rantai retribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, hingga menghadirkan pelayanan ekonomi yang lebih dekat kepada masyarakat,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan koperasi hari ini tidak berhenti sampai disitu. Pemerintah kini tengah mendorong lahirnya koperasi-koperasi sektor industri yang menjadi motor penggerak industrialisasi rakyat. Berbagai koperasi kini mengelola SPBUN bagi nelayan, Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS), serta berbagai usaha produktif lainnya yang memberi manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Koperasi juga didorong menjadi pelaku utama hilirisasi kelapa sawit, yang tidak lagi hanya menjual tandan buah segar, tetapi juga mengembangkan pengolahan minyak sawit, produk turunan hingga industri bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan petani. Di sisi lain, koperasi yang digerakkan generasi muda juga mulai tumbuh pada sektor ekonomi kreatif dan digital, mulai dari koperasi game, perfilman, komunitas kreatif, petani milenial, hingga startup,” katanya.

“Kami mengapresiasi tumbuhnya koperasi-koperasi tersebut dan mengajak pemerintah daerah serta gerakan koperasi untuk terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar semakin banyak koperasi modern kahir di seluruh Indonesia. Inilah wajah baru koperasi Indonesia, koperasi yang menguasai teknologi, yang mengelola energi, yang membangun industri dan menjadi penggerak inovasi,” ucap Menkop.

Di tengah dinamika global, Menkop menerangkan koperasi harus semakin sehat, profesional, dan mampu memberi manfaat nyata bagi anggotanya. Kekuatan koperasi tetap terletak pada kepercayaan, partisipasi anggota, dan semangat gotong royong.

“Sudah saatnya kita meninggalkan stigma lama yang menganggap koperasi sebagai organisasi yang lambat dan kuno. Koperasi hari ini tidak lagi identik dengan administrasi yang rumit, pelayanan yang terbatas, atau usaha yang berjalan seadanya,” katanya.

“Koperasi masa kini adalah koperasi digital. Koperasi yang menggunakan teknologi informasi, yang terhubung dengan sistem pembayaran modern, yang memanfaatkan kecerdasan buatan, analisis data, dan platform digital untuk memperluas pasar, serta yang mampu menjangkau generasi muda, para petani milenial, nelayan, pelaku UMKM, pekerja kreatif, hingga startup lokal. Pemerintah terus menyempurnakan kebijakan dan regulasi agar koperasi semakin adaptif terhadap perkembangan ekonomi, teknologi, dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Tema Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,” Menkop paparkan mengandung makna yang sangat mendalam, dimana Indonesia tidak akan benar-benar berjaya apabila ekonomi rakyat tertinggal. Indonesia tidak akan menjadi negara maju apabila desa-desanya belum berdaya.

Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang kuat apabila pelaku usaha kecil berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu, mari kita bangun koperasi yang profesional, modern, transparan, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Koperasi ke-79 sebagai momentum memperkuat gerakan koperasi Indonesia. Saya mengajak seluruh insan koperasi untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperuat solidaritas, meningkatkan tata kelola, dan memperluas kolaborasi,” kata Menkop.

“Kepada seluruh insan koperasi di daerah, jangan pernah merasa berjalan sendiri, dan negara hadir, pemerintah hadir, dan masyarakat membutuhkan koperasi yang kuat. Pengabdian Bapak dan Ibu dalam membina, mengelola, dan mengembangkan koperasi merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Ia juga mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak ragu bergabung dan berkarya melalui koperasi. Masa depan koperasi berada di tangan generasi yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki semangat kolaborasi.

Dengan energi dan gagasan baru dari generasi muda, ia yakin koperasi Indonesia akan semakin modern, profesional, dan menjadi pilihan utama dalam membangun usaha bersama.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridai setiap langkah dan ikhtiar kita dalam membangun koperasi di seluruh Nusantara sebagai pilar ekonomi rakyat menuju Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera. Dirgahayu Koperasi Indonesia - Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,” ujar Gubernur Melki Laka Lena mengakhiri sambutan Menteri Koperasi RI. (alexraditia/at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....