Ustaz Daliman: Amal Saleh Anak Menjadi Investasi Dunia dan Akhirat

  • 14 Jul 2026 09:46 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID. Purwokerto – Amal saleh yang dilakukan seorang anak tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi ladang pahala yang terus mengalir bagi kedua orang tuanya. Hal tersebut disampaikan Ust. Drs. Daliman, M.Pd. dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto bertema "Amal Salehnya Anak Shaleh", Selasa (14/7/2026).

Dalam dialog tersebut, Ust. Daliman menjelaskan bahwa pembentukan anak saleh harus dimulai dari pendidikan akhlak, pembiasaan ibadah, serta keteladanan orang tua di lingkungan keluarga. Menurutnya, karakter yang baik tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pendidikan yang konsisten sejak usia dini."Anak yang saleh lahir dari proses pembiasaan yang baik. Orang tua harus menjadi teladan karena anak lebih banyak belajar dari apa yang dilihat daripada apa yang didengar," ujar Ust. Daliman.

Ia menambahkan, salah satu amal saleh yang paling besar dari seorang anak adalah senantiasa mendoakan kedua orang tuanya, berbakti, menjaga akhlak, serta memberikan manfaat bagi sesama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan bekal penting dalam kehidupan sekaligus menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir."Ketika anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi orang lain, itulah kebahagiaan terbesar bagi orang tua sekaligus investasi akhirat yang tidak terputus," katanya.

Melalui kajian tersebut, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi yang saleh, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan maupun bangsa.

Ust. Daliman juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, tantangan dalam mendidik anak semakin kompleks. Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat, memberikan pendampingan saat anak menggunakan media digital, serta mengarahkan mereka untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berbuat kebaikan. Menurutnya, keseimbangan antara pendidikan agama, pendidikan karakter, dan pengawasan orang tua menjadi kunci dalam membentuk generasi yang tangguh."Jangan hanya menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah. Keluarga adalah madrasah pertama dan utama. Ketika orang tua hadir sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus teladan, insyaallah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia," jelas Ust. Daliman.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh orang tua untuk tidak pernah lelah mendoakan anak-anaknya agar senantiasa diberikan hidayah dan kemudahan dalam menjalankan kebaikan. Menurutnya, doa yang disertai ikhtiar melalui pendidikan dan pembiasaan perilaku baik akan menjadi fondasi kuat bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan demikian, lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan, kepedulian sosial, dan akhlak yang baik sebagai bekal kehidupan di dunia maupun akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....