KKN Tematik GENTASKIN Batch II Siap Perangi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di NTT

  • 13 Jul 2026 23:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Semangat kolaborasi untuk mempercepat penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali digaungkan. Sebanyak 2.319 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem) Batch II Tahun 2026 dalam acara launching yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi.

Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, disaksikan jajaran pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, serta pimpinan perguruan tinggi yang menjadi mitra pelaksanaan program.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Haris, Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal Leo Efriansyah, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek I Ketut Adnyana, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius Sanam, 13 kepala daerah se-NTT, serta para rektor dan pimpinan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Fauzan menegaskan bahwa perjuangan melawan kemiskinan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga harus menyentuh perubahan pola pikir dan mentalitas masyarakat. Menurutnya, kemiskinan mental menjadi tantangan yang tidak kalah besar karena dapat menghambat upaya masyarakat untuk bangkit dari keterbatasan ekonomi.

Oleh sebab itu, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan, semangat optimisme, dan energi positif bagi masyarakat desa. "Parameter kemiskinan tidak semata-mata bersifat materialistic, ada kemiskinan mental yang harus kita lawan bersama. Jadilah bagian dari solusi bagi masyarakat, manfaatkan sebaik mungkin KKN sebagai sarana belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat," kata Fauzan.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris, mengapresiasi sinergi seluruh kementerian, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi yang telah mendukung penyelenggaraan KKN Tematik GENTASKIN. Ia berharap keberadaan mahasiswa di 100 desa sasaran mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan.

"Besar harapan kami, semangat pengabdian yang dimulai hari ini akan tumbuh menjadi kontribusi nyata di 100 desa sasaran, tempat mahasiswa GENTASKIN menemukan ruang untuk berkarya, berinovasi, dan turut membangun kemandirian masyarakat Nusa Tenggara Timur," ujarnya.

Sebagai tuan rumah pelaksanaan launching, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kupang. Ia mengatakan, kondisi geografis dan karakteristik wilayah Kabupaten Kupang menjadikan program ini sangat relevan.

Menurutnya, KKN bukan hanya menjadi wadah mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga kesempatan untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat desa. "Mahasiswa hadir membawa ilmu dan gagasan, sementara masyarakat menghadirkan pengalaman, nilai – nilai kehidupan, serta kearifan lokal yang tidak ditemukan di bangku kuliah. Di situlah kolaborasi yang sesungguhnya tumbuh," ungkap Aurum.

Program KKN Tematik GENTASKIN merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menempatkan pengentasan kemiskinan ekstrem sebagai salah satu agenda prioritas nasional. Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu melahirkan inovasi dan solusi nyata dalam penanganan stunting, pengurangan kemiskinan ekstrem, serta pemberdayaan masyarakat desa di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Dengan semangat pengabdian yang diusung ribuan mahasiswa, KKN Tematik GENTASKIN Batch II Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik semata, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang memperkuat pembangunan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTT. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....