Gubernur NTT: Kehadiran Mahasiswa KKN Harus Berdampak untuk Masyarakat
- 10 Jul 2026 17:33 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Berdampak Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis 9 Juli 2026. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Fauzan, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Reinhard Abdul Haris, Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, para pimpinan perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa, Nusa Tenggara Timur masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang kompleks. Kondisi geografis, iklim, dan berbagai persoalan struktural menyebabkan tingginya angka stunting serta masih banyaknya masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah pedesaan.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi, agar ilmu pengetahuan dapat hadir secara nyata di tengah masyarakat.
"Kampus selama ini sering dipandang sebagai menara gading. Hari ini paradigma itu berubah. Kampus harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat," ujar Melki.
Ia berharap kehadiran 2.319 mahasiswa di desa-desa mampu menghadirkan pendekatan yang lebih ilmiah dalam memetakan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di NTT. "Kehadiran adik-adik mahasiswa di desa-desa nantinya kita harapkan agar seluruh masalah di NTT ini bisa didekati secara lebih saintifik ilmiah dan juga bisa kita carikan solusi berbasis saintifik ilmiah," katanya.
Melki Laka Lena juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan desa. Menurutnya, digitalisasi harus menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan data pembangunan.

Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang mengubah paradigma pengabdian masyarakat menjadi gerakan sosial yang berorientasi pada hasil nyata. Di tingkat regional, program tersebut diimplementasikan oleh LLDIKTI Wilayah XV melalui Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN).
Melalui KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 Tahun 2026, sebanyak 2.319 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diterjunkan ke wilayah prioritas penanganan stunting dan kantong-kantong kemiskinan di NTT. Para mahasiswa dibentuk dalam tim lintas disiplin sehingga mampu menghadirkan solusi yang komprehensif.
Permasalahan stunting, misalnya, tidak hanya ditangani dari aspek kesehatan, tetapi juga dikaitkan dengan ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, produktivitas pertanian, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga penguatan literasi masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan memperkuat pelayanan Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), melakukan digitalisasi pencatatan data pertumbuhan balita, meningkatkan edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta mendampingi masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan.
Gubernur Melki optimistis kehadiran mahasiswa akan memberikan dampak nyata sebagaimana keberhasilan pelaksanaan GENTASKIN Batch 1. "Kami berharap GENTASKIN Batch 2 membawa perubahan yang signifikan di desa-desa sasaran, dan kehadiran mahasiswa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ucapnya tegas. (baldus/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....