Selada Laut, Alternatif Pakan Murah bagi Ternak di NTT

  • 10 Jul 2026 17:17 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Tingginya biaya pakan berprotein serta ancaman panas (heat stress) akibat perubahan iklim bagi menjadi persoalan bagi pembiakkan ternak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Albertus Lake, S.Tr.Pt, Mahasiswa Magister Ilmu Peternakan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, dalam obrolan Akamsi RRI Pro 4 Kupang, Selasa 7 Juli 2026, hal ini dapat diatasi dengan pemanfaatan Ulva lactuca atau yang populer disebut selada laut, sebagai suplemen pakan lokal peningkat imunitas ternak.

Albertus mengungkapkan bahwa alga hijau yang kerap dianggap sebagai limbah pesisir ini sebenarnya menyimpan potensi nutrisi yang luar biasa besar. "Kandungan proteinnya mencapai 15 hingga 16 persen, sementara karbohidratnya berkisar antara 35 sampai 55 persen. Ini sangat besar untuk ukuran bahan pakan lokal yang melimpah gratis di sepanjang garis pantai kita," ujarnya.

Lebih dari sekadar pemenuh nutrisi standar, riset aplikatif yang tengah dijalankan Albertus pada pedet (anak sapi) Sapi Bali di NTT membuktikan adanya kandungan senyawa bioaktif khusus, yaitu polisakarida sulfat atau ulvan. Senyawa ini berfungsi optimal memperkuat sistem imun dan menekan dampak stres pada ternak akibat cuaca ekstrem.

"Saat musim panas di NTT, pedet sapi umur 1 hingga 6 bulan sangat rentan mengalami stres akibat perubahan iklim. Pemberian suplemen tepung Ulva lactuca ini menjadi solusi aplikatif untuk menstabilkan kondisi fisik sekaligus mempercepat proses penggemukan," tambahnya.

Proses pengolahannya pun terbilang sangat sederhana dan ekonomis bagi peternakan rakyat. Alga hijau yang diambil dari pantai cukup dicuci bersih untuk menurunkan kadar kalsium dan garam yang berlebih, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum digiling menjadi tepung pakan.

Albertus mengingatkan peternak agar tetap mencampurnya secara seimbang dengan bahan konsentrat lain seperti dedak padi, empuk jagung, atau polar agar kebutuhan nutrisi ternak tetap balance. Selain berdampak positif bagi produktivitas ternak, inovasi pakan berbasis selada laut ini juga diklaim ramah lingkungan karena mampu menekan emisi gas metana dari sistem pencernaan ruminansia, salah satu pemicu pemanasan global.

“Memang kalau untuk Ulfa ini selain mudah, murah dan juga ramah lingkungan sebenarnya, karena tidak membutuhkan apa proses kimia seperti itu. Sehingga kalau misalkan dimanfaatkan banyak pun tetap aman untuk kesehatan manusia dan juga untuk ternak sendiri,” tutupnya, mengakhiri. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....