Panen Sayuran Rutan Banyumas Capai 100 Kilogram, Bentuk Program Ketahanan Pangan

  • 06 Jul 2026 10:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas memanen 100 kilogram sayuran dari program ketahanan pangan yang dikelola Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) peserta asimilasi. Hasil panen tersebut terdiri atas komoditas kangkung, pakcoy, dan terong.

Program ketahanan pangan menjadi bagian pembinaan kemandirian untuk membekali WBP dengan keterampilan produktif selama menjalani masa pembinaan. Kegiatan pertanian juga diarahkan untuk menumbuhkan etos kerja, kedisiplinan, serta tanggung jawab Warga Binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, mengatakan program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kompetensi WBP.

"Selain menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan, etos kerja, dan rasa tanggung jawab. Premi yang diberikan dari hasil penjualan panen diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh," kata Anggi, Jumat (3/7/2026).

Seluruh hasil panen selanjutnya dipasarkan dan keuntungan penjualan diberikan kepada WBP peserta asimilasi dalam bentuk premi. Premi hasil kegiatan produktif tersebut disalurkan melalui rekening BRIZZI masing-masing Warga Binaan.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Banyumas, Sigit Purwanto, mengatakan seluruh proses pertanian dilakukan WBP peserta asimilasi dengan pendampingan petugas. Kegiatan dimulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen.

"Premi yang diberikan melalui rekening BRIZZI merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Kami berharap hal tersebut mampu meningkatkan motivasi Warga Binaan untuk terus mengikuti program pembinaan secara optimal dan menjadi bekal positif setelah kembali ke masyarakat," ujar Sigit.

Salah seorang WBP peserta asimilasi berinisial S mengaku memperoleh pengalaman dan keterampilan baru melalui program ketahanan pangan. Keterlibatan dalam pengelolaan tanaman hingga panen dinilainya dapat menjadi bekal produktif setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Program ketahanan pangan Rutan Banyumas akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan produktif dan edukatif bagi Warga Binaan. Selain mendukung penguatan ketahanan pangan, kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kemandirian serta kesiapan WBP untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....