Kampus Inklusif Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas
- 06 Jul 2026 16:33 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu kini semakin terbuka bagi penyandang disabilitas. Transformasi digital dan penerapan konsep kampus inklusif di berbagai perguruan tinggi dinilai menjadi langkah penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang setara bagi semua.
Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Jamal Syarif, S.Ag., M.Ag., dalam acara Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 4 Juli 2026. Menurutnya, tantangan utama penyandang disabilitas di perguruan tinggi selama ini bukan terletak pada kemampuan akademis, melainkan pada infrastruktur dan sistem pembelajaran yang belum sepenuhnya adaptif.
Ia menjelaskan, standar mutu perguruan tinggi kini mulai bergeser dengan menempatkan aspek inklusivitas sebagai salah satu indikator penting dalam penilaian kualitas institusi. Perguruan tinggi dituntut mampu memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
“Mutu pendidikan yang baik tidak diukur dari seberapa ketat seleksinya, melainkan dari seberapa mampu kampus tersebut mengembangkan potensi setiap mahasiswa yang masuk, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” ujar Jamal Syarif. “Pendidikan tinggi harus memberikan ruang yang setara agar seluruh mahasiswa dapat berkembang sesuai potensinya.”
Menurut Jamal, tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah menyelaraskan aksesibilitas dengan kualitas akademik. Kampus inklusif tidak hanya menyediakan fasilitas fisik yang ramah disabilitas, tetapi juga memastikan layanan pembelajaran, termasuk perpustakaan digital, dapat diakses oleh seluruh mahasiswa.
Ia menambahkan, perguruan tinggi perlu terus mengevaluasi pemenuhan fasilitas inklusif, baik di kampus negeri maupun swasta. Kampus yang berhasil membangun ekosistem pendidikan yang inklusif diharapkan memperoleh dukungan melalui program pengembangan maupun perluasan kesempatan beasiswa.
Jamal berharap peningkatan mutu pendidikan tinggi yang inklusif mampu melahirkan lulusan penyandang disabilitas yang memiliki daya saing tinggi. Menurutnya, pendidikan tinggi menjadi jembatan penting untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kontribusi penyandang disabilitas di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif diharapkan menjadikan perguruan tinggi tidak hanya sebagai tempat mencetak sarjana. Lebih dari itu, kampus juga diharapkan menjadi pelopor lahirnya lingkungan sosial yang adil, setara, dan ramah bagi semua kalangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....