Program RTLH Jateng Jadi Harapan Warga Miskin, Impian Renovasi Rumah Terwujud
- 30 Jun 2026 11:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Impian memperbaiki rumah yang selama bertahun-tahun sulit diwujudkan akhirnya menjadi kenyataan bagi Hadi Mulyono (54), warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, rumah yang sebelumnya rusak dan kerap kebanjiran kini berubah menjadi hunian yang nyaman.
Sebagai kuli bangunan dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari, Hadi mengaku kesulitan menyisihkan uang untuk merenovasi rumahnya. Kebutuhan keluarga membuat rencana perbaikan rumah yang sudah diimpikan sejak lama terus tertunda.
"Senang sekali dapat bantuan dari Gubernur Ahmad Luthfi. Dulu punya keinginan mau bangun atau perbaiki rumah ini, tapi mengumpulkan uang dari dulu nggak cukup-cukup," ujar Hadi saat mendapatkan kunjungan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Senin, 29 Juni 2026.
Rumah yang ditempatinya selama 25 tahun itu sebelumnya berada pada kondisi yang memprihatinkan. Posisi bangunan yang lebih rendah dari jalan membuat rumah sering tergenang air ketika hujan turun, sementara dindingnya sudah rapuh dan mudah rusak.
Hadi bukan satu-satunya warga yang merasakan manfaat program tersebut. Sebanyak 254 warga Kabupaten Kudus juga telah menerima bantuan RTLH dari Pemprov Jawa Tengah pada tahun anggaran 2025.
Penerima manfaat lainnya, Suhadi, mengaku program tersebut sangat membantu keluarganya. Pekerja proyek itu kini dapat tinggal di rumah yang lebih layak bersama istri dan anaknya.
"Sehari-hari kerja di proyek, di rumah tinggal dengan istri dan anak kedua. Anak pertama sudah punya rumah sendiri," ujar Suhadi.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, program RTLH merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya mengurangi kemiskinan. Rumah yang layak dinilai menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Luthfi, sepanjang 2025 sebanyak 274.514 unit rumah tidak layak huni di Jawa Tengah telah ditangani melalui berbagai sumber pembiayaan. Perbaikan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, CSR perusahaan, Baznas, hingga swadaya masyarakat.
Khusus dari APBD Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 17.000 unit RTLH berhasil diperbaiki pada 2025. Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan target tambahan 5.000 unit rumah.
Selain perbaikan rumah, pemerintah juga memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Berbagai program tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan sekaligus menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah.
Ia menegaskan, intervensi pemerintah juga dilakukan melalui bantuan permodalan, pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. "Program perbaikan RTLH ini merupakan stimulus untuk mereduksi angka kemiskinan di tempat kita," ujar Luthfi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....