Produksi Capai 4 Ton/Hektare, Varietas Grobogan Jadi Harapan Swasembada Kedelai
- 17 Jun 2026 10:06 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Dengan produksi yang mencapai 4 ton per hektare, kedelai lokal varietas Grobogan dinilia memiliki potensi besar untuk mendukung upaya swasembada kedelai nasional. Hal itu diungkapkan Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro.
"Varietas Grobogan itu hasilnya cukup bagus. Satu hektare sudah mampu menghasilkan 4 ton," ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurutnya, produktivitas yang tinggi serta kualitas yang baik membuat varietas tersebut mampu menjadi salah satu solusi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor. "Kedelai lokal itu patinya lebih banyak, untuk tempe, mengembangnya lebih bagus," katanya.
Ia menilai, potensi tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan pemerintah untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan kedelai nasional selama ini masih didominasi oleh pasokan impor dari luar negeri.
"Pemerintah Indonesia itu impor kedelai 90 persen. Ini sangat memprihatinkan bagi negara agraris seperti Indonesia," katanya.
Ia menegaskan, Indonesia memiliki sumber daya alam dan lahan pertanian yang cukup untuk mengembangkan tanaman kedelai. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berpihak kepada petani agar mereka tertarik kembali menanam komoditas tersebut.
Selain dukungan terhadap produksi, Karsidi juga berharap adanya kepastian tata niaga kedelai yang mampu memberikan keuntungan bagi petani. Dengan demikian, kedelai lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan industri tahu dan tempe, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para petani.
Ia optimistis, apabila produksi kedelai lokal terus didorong dan didukung oleh kebijakan yang tepat, ketergantungan terhadap kedelai impor dapat dikurangi secara bertahap. "Tinggal bagaimana pemerintah benar-benar serius mendorong pengembangannya," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....