Sanggar Lopo Gaharu Dorong Wisata Budaya
- 07 Apr 2026 15:53 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Seni pertunjukan kini tidak lagi sekadar menjadi hiburan, tetapi telah berkembang menjadi salah satu daya tarik utama dalam sektor pariwisata.
Di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, keberadaan sanggar seni menunjukkan peran strategis dalam memperkenalkan budaya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Melalui tarian tradisional, musik daerah, hingga pertunjukan kreatif yang dikemas secara menarik, sanggar seni mampu menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Aktivitas ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku seni serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Ketua Sanggar Seni Lopo Gaharu, Ima Usman, mengatakan bahwa keterlibatan generasi muda dalam seni dan budaya berangkat dari panggilan hati untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah perkembangan zaman.
“Dari tangan anak-anak muda inilah masa depan budaya bisa terus hidup,” ujar Ima dalam program Obrolan Akamsi Pro 4 RRI Kupang Senin, 6 April 2026.
Ia menjelaskan, pembinaan yang dilakukan di sanggar tidak hanya berfokus pada kemampuan tampil, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda sejak dini.
Ima mengakui bahwa tantangan utama yang dihadapi dalam proses pembinaan bukan hanya soal teknis, melainkan membangun konsistensi dan tanggung jawab generasi muda. Di tengah arus modernisasi, masih ada anggapan bahwa pelestarian budaya melalui seni tradisional merupakan sesuatu yang kuno.
“Yang paling sulit itu menjaga konsistensi anak-anak muda. Banyak pengaruh dari luar yang membuat mereka mudah berpindah minat. Apalagi masih ada anggapan bahwa budaya itu kuno,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa melalui pendekatan yang berkelanjutan, generasi muda perlahan mulai memahami pentingnya budaya sebagai bagian dari identitas diri.
Perjalanan Sanggar Seni Lopo Gaharu sendiri tidak berlangsung secara instan. Sejak awal berdiri, sanggar ini terus berproses dalam membina anggota serta mengembangkan kualitas pertunjukan. Berbagai kegiatan seperti latihan rutin, pementasan, hingga partisipasi dalam event budaya menjadi bagian dari upaya tersebut.
Seiring waktu, konsistensi dalam berkarya mulai menunjukkan hasil. Sanggar kini tidak hanya menjadi ruang pembinaan seni, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk berkembang sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.
Lebih lanjut, Ima menilai, seni pertunjukan memiliki potensi besar dalam mendukung pariwisata berbasis budaya. Pertunjukan yang dikemas secara menarik mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal secara lebih luas.
Selain itu, keterlibatan sanggar dalam berbagai kegiatan pariwisata juga membuka peluang ekonomi, baik bagi pelaku seni maupun masyarakat sekitar.
Dengan potensi tersebut, sanggar seni diharapkan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi salah satu penggerak utama pariwisata berbasis budaya di Kota Kupang. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....