Lonjakan Trafik Lebaran BIZAM Melejit, Penerbangan Tumbuh 53 Persen

  • 31 Mar 2026 20:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah mendorong kinerja operasional Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) melonjak signifikan. Tidak hanya jumlah penumpang, pergerakan pesawat bahkan tumbuh lebih dari setengah dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama 18 hari pelaksanaan Posko Angkutan Udara Lebaran, sejak 13 hingga 30 Maret 2026, BIZAM mencatat total 167.078 penumpang. Angka ini meningkat 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai 130.404 penumpang.

Namun yang paling mencolok adalah lonjakan pergerakan pesawat. Tercatat sebanyak 1.685 penerbangan dilayani, atau melonjak 53 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 1.101 penerbangan. Sementara itu, angkutan kargo juga ikut terdongkrak menjadi 651 ton, naik 17 persen dari 555 ton pada periode sebelumnya.

Tingginya trafik tersebut tetap diimbangi dengan kinerja operasional yang relatif terjaga. Ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) harian berada di angka 83 persen, dengan capaian kumulatif 77,9 persen sepanjang periode Lebaran.

Selain itu, pemanfaatan slot penerbangan juga hampir maksimal dengan tingkat utilisasi mencapai 93,5 persen. Dari sisi tambahan penerbangan, maskapai merealisasikan 58 extra flight dari total 62 yang diajukan, menandakan tingginya permintaan perjalanan udara ke dan dari Lombok.

Puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan 10.559 penumpang, sedangkan puncak arus balik tercatat pada 29 Maret 2026 dengan 11.329 penumpang. Adapun rute favorit masyarakat masih didominasi jalur padat seperti Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.

General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, menyebut lonjakan ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara di Lombok.

“Pertumbuhan trafik yang cukup tinggi ini menunjukkan mobilitas masyarakat semakin pulih dan kepercayaan terhadap layanan bandara terus meningkat. Meski trafik melonjak, operasional tetap berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, maskapai, hingga operator layanan di bandara.

"Ke depan, BIZAM menargetkan peningkatan kualitas layanan dan keandalan operasional untuk memperkuat perannya sebagai pintu gerbang utama penerbangan di Nusa Tenggara Barat, sekaligus mendukung geliat pariwisata dan ekonomi daerah," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....