Presiden: Bantuan Pangan Bukti Kuatnya Sistem Perlindungan Sosial

  • 21 Jul 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menyebut bantuan pangan untuk 33,24 juta keluarga sebagai bukti kuatnya sistem perlindungan sosial Indonesia
  • Bantuan diberikan kepada KPM desil 1–4 berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama tiga bulan
  • Penyaluran tahap pertama telah selesai dengan realisasi 664,88 ribu ton beras dan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng
  • Pemerintah menyiapkan bantuan pangan tahap kedua Juli–September 2026 dengan dukungan stok beras Bulog mencapai 5,2 juta ton
  • Total penyaluran bantuan pangan beras sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 1,66 juta ton

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan program bantuan pangan kepada 33,24 juta keluarga menjadi bukti kuatnya sistem perlindungan sosial Indonesia. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung target pengentasan kemiskinan.

Hal itu disampaikan Presiden dalam taklimatnya, di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Juli 2026. Presiden mengatakan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) pada desil 1 hingga 4 selama tiga bulan.

"Bantuan pangan, 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng untuk 3 bulan, kepada 33,24 juta keluarga di desil 1, 2, 3, 4. Tunjukkan negara mana seperti kita? Pasti ada yang lebih hebat, pasti. Tapi untuk bangsa Indonesia, not bad. Jangan anggap enteng kita terus. We are strong, we are rich, and we will be richer," kata Presiden Prabowo.

Presiden menilai berbagai program perlindungan sosial yang berjalan saat ini merupakan hasil pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah dari waktu ke waktu. Menurutnya, capaian tersebut harus dipertahankan dan terus disempurnakan.

"Salah satu prestasi kita adalah kita sekarang memiliki sistem perlindungan sosial. Menurut saya salah satu terkuat di dunia. Program-program ini adalah hasil dari pemerintah-pemerintah sebelum kita," ucapnya.

Pelaksanaan bantuan pangan tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah selesai pada akhir Juni. Pemerintah menyalurkan 664,88 ribu ton beras dan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng kepada masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi beras pada Juni 2026 secara tahunan (year on year) tercatat sebesar 3,98 persen, lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 4,55 persen. Sementara inflasi bulanan (month to month) berada di level 0,45 persen, mencerminkan harga beras yang relatif terkendali.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah siap melanjutkan bantuan pangan tahap kedua untuk alokasi Juli hingga September 2026. Menurutnya, stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog berada pada level tertinggi sepanjang sejarah sehingga mampu mendukung pelaksanaan program tersebut.

"Stok beras kita hari ini tertinggi sepanjang sejarah, selama kita merdeka. Ini stoknya hari ini 5,2 juta ton. Jadi ini untuk kepentingan masyarakat Indonesia, pasti atas arahan Bapak Presiden, kita gelontorkan," kata Amran.

Ia menambahkan, Indonesia juga berhasil menjaga stabilitas harga beras di tengah kenaikan harga beras dunia. Kondisi tersebut didukung oleh capaian swasembada beras dan tidak adanya impor beras dalam dua tahun terakhir.

"Kita syukuri juga bahwa beras tak lagi menjadi penyumbang utama inflasi dalam dua tahun terakhir. Kita sudah swasembada. Beras tidak impor lagi. Harga dunia sedang naik, tetapi harga beras kita tetap stabil," ucapnya.

Bapanas menargetkan bantuan pangan tahap kedua mulai disalurkan secara sekaligus (one shoot) pada Agustus 2026 setelah tambahan anggaran tersedia. Sebanyak 997,2 ribu ton beras disiapkan untuk 33,24 juta KPM, masing-masing menerima 10 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.

Dengan realisasi tahap pertama dan target tahap kedua, total penyaluran bantuan pangan beras sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 1,66 juta ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 133,8 persen dibandingkan realisasi bantuan pangan pada 2025 yang mencapai 710,78 ribu ton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....