Catat Produksi 3 Juta Unit, Midea Perkuat Investasi Manufaktur di Indonesia

  • 11 Sep 2026 05:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Midea Electronics Indonesia mencatatkan pencapaian produksi 3 juta unit.
  • Hingga 2026, ekspor Midea Indonesia mencapai sekitar 2 juta unit ke ASEAN dan Amerika Utara.
  • Pemerintah mendorong Indonesia menjadi basis produksi dan mitra strategis dalam rantai manufaktur global.

RRI.CO.ID, Bekasi - Midea Electronics Indonesia mencatatkan pencapaian produksi 3 juta unit produk sekaligus meresmikan pabrik manufakturnya di Cikarang, Jawa Barat, Rabu, 9 September 2026. Pencapaian ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas industri elektronika nasional dan komitmen Midea menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi untuk pasar global.

Peresmian tersebut berlangsung di pabrik Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia di Cikarang. Rangkaian acara turut diisi dengan tur fasilitas produksi Air Conditioner (AC) untuk melihat langsung proses manufaktur Midea di Indonesia.

Acara dihadiri Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza, Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto, Plt. Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Rifqi Ansari, serta jajaran manajemen Midea.

Presiden Direktur Midea Electronics Indonesia, Jack Ding, mengatakan pencapaian 3 juta unit menjadi tonggak penting dalam perjalanan investasi dan manufaktur Midea di Indonesia.

"Pencapaian 3 juta unit merupakan milestone penting dalam perjalanan manufaktur Midea di Indonesia. Kami akan terus berinvestasi, memperkuat produksi lokal, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri manufaktur Indonesia," ujarnya.

Sejak 2023, Midea terus memperluas investasi manufakturnya di Indonesia. Fasilitas Residential Air Conditioner di Cikarang berdiri di atas lahan seluas 51.405 meter persegi, dengan luas bangunan yang akan dikembangkan dari sekitar 13.000 meter persegi menjadi 43.000 meter persegi.

Pada 2024, Midea juga mengembangkan produksi Twin Tub Washing Machine di pabrik seluas 17.000 meter persegi. Ke depan, fasilitas tersebut akan diperluas untuk memproduksi kategori mesin cuci Top Loading.

Sementara itu, pabrik refrigerator Midea di Karawang dibangun di atas lahan lebih dari 150.000 meter persegi. Fasilitas tersebut akan memproduksi berbagai kategori produk, mulai dari side-by-side, double door, single door, hingga chest freezer.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengapresiasi perkembangan investasi dan kapasitas produksi Midea di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya industri manufaktur elektronika nasional.

"Pada kesempatan hari ini, kita menyaksikan bersama pencapaian produksi 3 juta unit produk, yang terdiri atas 2,25 juta unit produk air conditioner, 1 juta unit produk refrigerator, dan 367.500 unit produk mesin cuci. Sekaligus, acara peresmian pabrik Midea Indonesia untuk Air Conditioner dan Refrigerator," kata Faisol.

Ia menuturkan, penguatan kapasitas manufaktur tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mendorong ekspor produk elektronik Indonesia. Hingga 2026, ekspor Midea Electronics Indonesia telah mencapai sekitar 2 juta unit produk ke berbagai negara di kawasan ASEAN dan Amerika Utara.

"Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan manufaktur dan salah satu basis produksi penting Midea untuk melayani kebutuhan pasar regional maupun global," ujar Faisol.

Pemerintah, lanjut dia, berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai instrumen kebijakan. Termasuk, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Sementara itu, President Residential Air Conditioner PT Jaya Refrigeration Equipment, Ma Kai, menegaskan komitmen Midea untuk terus meningkatkan investasi dan memperkuat operasional di dalam negeri.

"Kami akan terus memperkuat investasi dan produksi lokal dan meningkatkan penggunaan pemasok dalam negeri. Serta, menjalankan operasional yang aman, patuh terhadap regulasi, dan berkelanjutan untuk memberikan kontribusi positif bagi Indonesia," ujar Ma Kai.

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menilai ekspansi investasi manufaktur seperti yang dilakukan Midea memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem industri nasional.

"Ekspansi investasi seperti ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing produk yang diproduksi di dalam negeri," katanya.

Melalui penguatan produksi lokal dan perluasan kapasitas manufaktur, Midea menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk elektronik. Namun, juga semakin berperan sebagai salah satu basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar regional dan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....