KAI Layani 307,86 Juta Pelanggan dan Siapkan Transformasi 2030

  • 29 Agt 2026 23:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KAI Group melayani 307.860.743 pelanggan sepanjang Januari hingga Juli 2026.
  • KAI mencatat volume angkutan barang sebesar 32,50 juta ton pada Semester I 2026.
  • KAI mempercepat digitalisasi dan efisiensi energi bersih menuju target transformasi 2030.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group melayani 307.860.743 pelanggan sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pencapaian angka tersebut meningkat sebesar 8,32 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

Perusahaan transportasi milik negara tersebut menyatakan arah pengembangan mobilitas pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026. KAI menyiapkan transformasi besar menuju ekosistem perkeretaapian kelas dunia melalui skema terintegrasi hingga 2030.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan perubahan pola mobilitas masyarakat seluruh Indonesia. Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 menjadi landasan penguatan layanan penumpang serta jaringan logistik.

“Kereta api memiliki peran yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Setiap hari, jutaan orang menggunakan layanan KAI untuk bekerja, belajar, bertemu keluarga, menjalankan bisnis, hingga melakukan perjalanan wisata. Transformasi KAI diarahkan agar manfaat kereta api semakin luas dirasakan masyarakat,” ujar Anne.

KAI Commuter mencatat pergerakan sebanyak 242.932.764 pelanggan dengan pertumbuhan penumpang mencapai angka 6,65 persen. Layanan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek melayani 19.079.347 pelanggan dengan lonjakan sebesar 20,96 persen.

Anne memaparkan kontribusi penting kereta api dalam mendukung rantai pasok ekonomi serta distribusi energi. Volume angkutan barang mencapai 32,50 juta ton yang mencakup pengiriman komoditas batu bara.

“Kereta api membantu menghubungkan pusat produksi dengan berbagai wilayah distribusi. Angkutan barang menjadi bagian penting dalam mendukung rantai pasok nasional, mulai dari sektor energi, industri, hingga kebutuhan masyarakat,” kata Anne.

Aplikasi Access by KAI memiliki 29,87 juta pengguna dengan transaksi digital menembus 76,49 persen. Konsumsi energi operasional turun 15,39 persen berkat dukungan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen keberlanjutan perseroan menuju 2030. Sistem mobilitas masa depan dirancang untuk menghubungkan aspek manusia, pertumbuhan ekonomi, teknologi, dan kelestarian lingkungan.

“Transformasi KAI mencakup pengembangan sistem mobilitas yang menghubungkan manusia, ekonomi, teknologi, dan lingkungan. KAI akan terus memperkuat layanan agar kereta api semakin menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia,” kata Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....