Catat 3,87 Juta Penumpang, KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Terintegrasi
- 29 Agt 2026 01:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mencatat 3.871.579 aktivitas pelanggan di Stasiun Gambir sepanjang Januari hingga Juli 2026.
- KAI menyiapkan transformasi bertahap Stasiun Gambir guna memperkuat integrasi antarmoda transportasi di pusat Jakarta.
- Volume perjalanan KRL Jabodetabek membukukan kenaikan signifikan sebesar 58,11 persen dalam kurun waktu tiga tahun.
RRI.CO.ID, Jakarta - Stasiun Gambir melayani 3.871.579 aktivitas pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) selama periode Januari hingga Juli 2026. Total penumpang tersebut mencakup 1.990.205 orang yang berangkat serta 1.881.374 orang yang tiba di Jakarta.
PT Kereta Api Indonesia menyiapkan rencana transformasi kawasan stasiun secara bertahap menuju integrasi antarmoda. Konsep New Gambir memadukan aspek mobilitas masyarakat dengan sektor perhotelan serta hiburan di pusat kota.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan rencana pengembangan kawasan strategis ibu kota tersebut. Keterangan resmi tersebut disampaikan oleh pihak manajemen perusahaan kepada publik pada Jumat, 28 Agustus 2026.
“Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta,” ujar Anne.
Stasiun Gambir saat ini melayani 34 perjalanan kereta reguler dengan 78 aktivitas pemberhentian setiap hari. Jalur layang stasiun tersebut juga dilintasi perjalanan Commuter Line relasi Jakarta Kota menuju kawasan Bogor.
Anne menyatakan bahwa kereta komuter saat ini belum melayani proses naik turun penumpang di Gambir. Rencana operasional layanan komuter memerlukan kesiapan infrastruktur, kapasitas jalur lintasan, keselamatan, serta persetujuan pihak regulator.
“Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama,” kata Anne.
Volume perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) meningkat dari 217.964.892 pada 2022 menjadi 344.621.825 pada 2025. Pertumbuhan sebesar 58,11 persen tersebut menambah sebanyak 126.656.933 mobilitas perjalanan komuter selama rentang tiga tahun.
Jalur Bogor Line melayani sebanyak 153.538.393 perjalanan atau menyumbang 44,55 persen total operasional KRL Jabodetabek. Anne menegaskan pentingnya integrasi antarmoda transportasi publik untuk mendukung mobilitas tinggi masyarakat menuju pusat Jakarta.
“Pertumbuhan perjalanan KRL menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta terus meningkat. Karena itu, kesiapan Gambir perlu dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk apabila ke depan terdapat pengembangan layanan Commuter Line di stasiun ini,” ucap Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menyampaikan komitmen perusahaan terhadap pengembangan transportasi publik. Kajian New Gambir menempatkan stasiun sebagai bagian dari penguatan kapasitas angkutan serta modernisasi transportasi.
“Transformasi Gambir disiapkan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan, kesiapan operasional, dan pengembangan transportasi publik Jakarta ke depan,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....