GoTo Bukukan Laba Bersih Rp252 Miliar pada Kuartal II-2026

  • 30 Jul 2026 01:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026 dan memperpanjang tren laba selama dua kuartal berturut-turut.
  • Perseroan mempertahankan target EBITDA Grup 2026 sebesar Rp3,2-3,4 triliun meski menerapkan struktur komisi baru.
  • GoTo berencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri setelah memperoleh persetujuan pemegang saham.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026, melanjutkan dua kuartal berturut-turut mencetak keuntungan.

Perseroan juga membukukan pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83 persen secara tahunan menjadi Rp164 triliun. Pendapatan bersih Perseroan meningkat 31 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya menjadi Rp5,7 triliun.

Pengguna bertransaksi tahunan mencapai 71 juta atau tumbuh 19 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Grup GoTo turut mencatat EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat 137 persen secara tahunan hingga melampaui Rp1,0 triliun.

Perseroan mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Perseroan menyampaikan laporan kinerja tersebut pada Rabu, 29 Juli 2026, dari Jakarta.

GoTo juga mengumumkan rencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau sekitar 2,7 persen saham beredar. Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menyampaikan pencapaian laba mencerminkan keseimbangan pertumbuhan seluruh ekosistem perusahaan.

Berikut data kinerja laba bersih kuartal II 2026, (Foto: GoTo Company)

Bisnis teknologi keuangan atau Financial Technology (Fintech) bahkan mencatat profitabilitas lebih tinggi dibandingkan layanan On-demand Services. “Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami,” kata Hans Patuwo dalam keterangan kepada RRI.co.id , Rabu, 29 Juli 2026.

Perseroan mulai menerapkan struktur komisi baru transportasi roda dua Gojek sejak 1 Juli 2026. Ketentuan tersebut mengikuti Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026 dan berlaku pada bisnis penyumbang sekitar tujuh persen pendapatan bersih Grup.

“Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai diberlakukan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026. Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar 7% dari pendapatan bersih Grup. Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” ujar Hans Patuwo.

GoTo tetap mempertahankan proyeksi EBITDA Grup karena menilai penyesuaian komisi masih dapat dikelola. Perseroan menaikkan pedoman kinerja Fintech menjadi Rp1,7-1,8 triliun serta menurunkan target On-demand Services menjadi Rp1,4-1,5 triliun.

“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2-3,4 triliun. Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis On-demand Services akan berkurang, sementara bisnis Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar,” ucap Hans Patuwo.

Kinerja layanan Gojek menunjukkan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp464 miliar dengan pendapatan bersih Rp3,6 triliun. Sementara itu, bisnis GoPay membukukan EBITDA yang disesuaikan Rp481 miliar dengan pendapatan bersih melampaui Rp2,0 triliun.

Para pengendara gojek di shelter Stasiun Gondangdia, (Foto: RRI/Danang Sundoro)

Perseroan juga menyatakan kualitas pinjaman bisnis GoPay tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah stabil. Nilai buku pinjaman tumbuh 58 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp11 triliun.

“Kami terus berinvestasi untuk mendukung pelanggan kami, termasuk mendukung Mitra Driver Gojek, di antaranya melalui perluasan Program Apresiasi Mitra, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, hingga Umrah gratis. Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” ujar Hans Patuwo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....