Kemendag Lepas Ekspor Baja Struktural ke Kanada Senilai Rp3,85 Miliar

  • 24 Jun 2026 07:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendag melepas ekspor fabrikasi baja struktural produksi PT Trimitra Fabrikasi Engineering ke Kanada senilai USD216 ribu.

RRI.CO.ID, Cilegon – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor fabrikasi baja struktural tujuan Kanada dari Kota Cilegon, Banten, Selasa, 23 Juni 2024. Kegiatan ini menjadi bagian upaya mendorong ekspor produk manufaktur bernilai tambah tinggi ke pasar global.

Pelepasan dilakukan oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, di pabrik milik PT Trimitra Fabrikasi Engineering. Ekspor tersebut merupakan bagian realisasi pengiriman produk perusahaan ke Kanada selama Juni 2026.

Nilai ekspor produk yang dikirimkan mencapai USD216 ribu atau sekitar Rp3,85 miliar. Pihak Kemendag menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan industri nasional memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Puntodewi juga mengapresiasi konsistensi PT TFE dalam mengembangkan pasar ekspor produk manufaktur Indonesia. Menurut dia, keberhasilan tersebut mencerminkan daya saing industri nasional yang semakin kuat.

“Ini menunjukkan kemampuan PT TFE dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional dengan menjaga kualitas dan memenuhi standar global,” ujarnya. “Kami turut mendukung peningkatan kinerja ekspor produk-produk manufaktur bernilai tambah tinggi.”

Puntodewi menambahkan fabrikasi baja struktural merupakan produk manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi. Menurut dia, ini dihasilkan melalui proses pengolahan, rekayasa, dan fabrikasi lanjutan yang kompleks.

Pengembangan ekspor fabrikasi baja dinilai Puntodewi sebagai sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri yang dijalankan pemerintah. Kebijakan tersebut, lanjut dia, bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik dan memperkuat daya saing industri nasional.

Data Kemendag menunjukkan ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD87,74 miliar selama Januari hingga April 2026. Ini berarti tumbuh 6,28 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, ekspor besi dan baja Indonesia tercatat mencapai USD9,61 miliar. Sektor tersebut masih menjadi salah satu penyumbang penting bagi kinerja ekspor nasional.

“Khusus produk fabrikasi baja struktural, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD39,68 juta pada Januari-April 2026,” ujarnya. Komoditas tersebut juga mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 6,08 persen.

Sementara itu, nilai ekspor besi dan baja sepanjang 2025 mencapai USD29,76 miliar. Komoditas tersebut mencatat tren pertumbuhan sebesar 5,61 persen dalam lima tahun terakhir.

Puntodewi menilai tren tersebut menunjukkan peluang pasar global masih terbuka bagi produk Indonesia. Karena itu, pelaku industri didorong terus memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara.

Sepanjang semester pertama 2026, PT TFE mencatat nilai ekspor mencapai USD4,51 juta. Nilai tersebut setara Rp77,53 miliar dengan tujuan berbagai negara di pasar internasional.

Kemendag juga telah memfasilitasi PT TFE untuk memperluas akses pasar ke Eropa. Ini dilakukan melalui perwakilan perdagangan Indonesia di kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS).

“PT TFE juga telah difasilitasi untuk memperluas akses pasar ke kawasan Eropa dan AS pada Maret 2026,” ujarnya. “Kami menghubungkan perusahaan dengan calon buyer potensial di sana untuk memperluas akses pasar dan menjajaki peluang kerja sama.”

Direktur Utama (Dirut) PT TFE, Bobby Judoprawiro, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap industri berorientasi ekspor. Menurut dia, inergi pemerintah dan dunia usaha penting untuk memperkuat daya saing nasional.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar ekspor demi berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya. “Ini bukan akhir tetapi awal dari langkah menuju pasar global yang lebih luas.”

Untuk memperkuat ekspor nasional, Kemendag terus menjalankan berbagai program pengembangan pasar internasional. Ini dilakukan melalui misi dagang, pameran internasional, business matching, serta peningkatan kapasitas eksportir agar memenuhi standar ekspor.

Pada Januari-Mei 2026, Kemendag melaksanakan 333 kegiatan business matching, terdiri dari 168 pitching dan 165 pertemuan dengan buyer. Kegiatan tersebut menghasilkan transaksi senilai USD193,88 juta dengan berbagai pembeli global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....