Kemenkop Ultimatum Ekspor Gambir ke India-Pakistan
- 23 Jun 2026 23:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenkop lakukan kerja sama untuk membuka akses ekspor gambir ke India dan Pakistan
- ID FOOD siap mendukung percepatan ekspor komoditas unggulan daerah
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri Sumatra Barat. Perihal ini bekerja sama dengan Holding Pangan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD.
Kerja sama ini untuk membuka akses ekspor gambir ke India dan Pakistan. Yang diproyeksikan menghasilkan nilai ekspor mencapai US$ 732.831 atau sekitar Rp11,72 miliar, dengan target pengiriman 20 ton gambir per bulan.
Namun, Kemenkop menegaskan kerja sama ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata. Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop, Destry Anna Sari, memberi tenggat waktu agar MoU segera diwujudkan.
“Saya berharap sebelum tiga bulan langsung terjadi transaksi kontrak bisnis. Barang sudah dikirim dalam bentuk hilirisasi,” ujar Destry di Kantor Kemenkop, Jakarta, Selasa, 22 Juni 2026.
Destry mengingatkan tantangan terbesar dalam ekspor adalah menjaga konsistensi pasokan dan mutu produk ketika permintaan meningkat. Pemerintah, akan mengawal pemenuhan standar internasional.
Salah satunya sertifikasi seperti HACCP, agar daya saing produk Indonesia tetap terjaga di pasar global. Ia juga menyoroti perlunya penataan regulasi perdagangan luar negeri agar pembeli asing tidak membeli bahan baku mentah langsung.
Pembelian langsung ke tingkat desa, dinilai dapat mengganggu stabilitas harga di tingkat petani. Sementara, Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro menyatakan pihaknya siap mendukung percepatan ekspor komoditas unggulan daerah.
Salah satunya melalui jaringan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI). Menurutnya terdapat faktor utama yang menentukan keberhasilan ekspor, yakni keberlanjutan pasokan, konsistensi kualitas produk, serta daya saing harga.
“Ke depan, ID FOOD akan mengoptimalkan kantor-kantor cabangnya di seluruh Indonesia untuk bertindak sebagai sourcing development. Nantinya akan mengidentifikasi produk unggulan daerah yang siap dibawa ke pasar internasional,” ujarnya.
Ketua Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri, Eriyanto, menyebut kerja sama ini menjadi angin segar bagi 190 petani gambir. Berdiri sejak 2021, koperasi tersebut membawahi delapan kelompok tani dengan total lahan 450 hektare.
“Dan kapasitas produksi mencapai 30-50 ton per bulan. Bagi kami, MoU ini adalah langkah strategis untuk memberikan kepastian pasar dan harga bagi para petani gambir di Sumatera Barat,” kata Eriyanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....