Kemen Ekraf dan Garindo Siapkan INTERFEX 2026 di Solo
- 26 Mei 2026 20:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan swasta untuk memperkuat industri furnitur nasional
- Indonesia Interior and Furniture Expo (INTERFEX) 2026 menjadi ajang pengembangan industri desain interior dan furnitur Indonesia
- INTERFEX 2026 digelar pada 5–9 Juli 2026 di Tirtonadi Convention Hall Solo, untuk meningkatkan daya saing produk furnitur dan interior lokal
- Pameran ini mendukung city branding Solo sebagai sentra industri mebel nasional
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki kolaborasi strategis bersama Garindo Media Tama, guna mendukung penguatan industri furnitur dan desain interior. Melalui agenda Indonesia Interior and Furniture Expo 2026 (INTERFEX), pameran itu menargetkan peningkatan kualitas ekosistem industri kreatif nasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut pasar domestik perlu diperkuat bersama. Menurutnya, industri kreatif harus memiliki keunggulan kompetitif yang jelas dan siap berkembang.
“Indonesia memiliki craftmanship (pelaku seni kriya) yang kuat dengan sentuhan budaya sebagai pembeda dibanding negara lain. Inilah yang harus didorong supaya industri furnitur dan interior lokal tidak hanya bertahan, tetapi menjadi pilihan utama bagi pasar domestik,” ucap Wamen Ekraf Irene Umar, saat menerima audiensi Garindo Media Tama di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin 25 Mei 2026.
Irene mengatakan tantangan industri furnitur membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem mulai produsen, desainer interior, hingga asosiasi industri mebel nasional. INTERFEX 2026 menjadi momentum membahas persoalan industri secara terbuka, mencakup kualitas produk dan kesiapan pasokan saat permintaan meningkat.
“INTERFEX 2026 akan membuka momentum duduk bareng untuk melihat persoalan industri furnitur secara jujur seperti kualitas, kesiapan supply ketika demand meningkat, hingga ketepatan penyelesaian produk yang dihasilkan. Kalau semua ekosistem gerak bersama, pasar domestik yang sangat besar ini justru bisa menjadi kekuatan utama berlandaskan asas gotong royong,” ujar Irene Umar.
Ia optimistis pasar domestik dapat menjadi kekuatan utama industri furnitur nasional. Semangat gotong royong itulah, yang dinilainya mampu memperkuat daya saing produk dalam negeri.
INTERFEX 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 9 Juli 2026 di Tirtonadi Convention Hall, Surakarta, Jawa Tengah. Pameran industri interior, furniture, dan lifestyle berbasis desain itu, diharapkan memperkuat city branding Kota Solo sebagai sentra mebel.
Direktur Utama Garindo Media Tama, Dian Eka Yanto, mengatakan INTERFEX menghadirkan forum dan workshop. Agenda itu juga mempertemukan calon pembeli dengan para peserta pameran.
"Potential buyers diharapkan dari market dalam negeri sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih nyata bagi pegiat industri furnitur dan interior lokal,” harap Dian Eka Yanto
Saat ini, industri mebel domestik masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai kapasitas produksi, konsistensi kualitas, hingga ketepatan waktu pengiriman. Namun ada pula peluang besar dalam pemanfaatan limbah menjadi produk furnitur dan interior bernilai ekonomi.
INTERFEX 2026 diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat daya saing industri furnitur nasional. Tentunya melalui semangat gotong royong antara pemerintah, sektor swasta, dan asosiasi.
“Kami berterima kasih atas respons dari Wamen Ekraf dan support dari Kementerian Ekraf yang siap berkolaborasi sehingga acara INTERFEX 2026 menjadi satu inisiasi di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi ekosistem pasar domestik dalam menanggapi demand dari industri furnitur. Maka, ketika ada demand supply tentu bisa mengikuti dari demand pasar itu sendiri sehingga ekosistem interior bisa berjalan. Dengan demikian, kita bisa bergotong royong sebagai satu bangsa untuk melewati tantangan bersama,” pungkas Dian Eka Yanto
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....