KemenEKRAF Sebut Industri Animasi Indonesia Meningkat Pesat Tiga Kali Lipat

  • 20 Mei 2026 10:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Ekonomi dan Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menyatakan, industri animasi Indonesia meningkat pesat tiga kali lipat.
  • Peningkatan pesat ini meningkatnya produksi serta pengembangan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal.
  • Industri animasi nasional mulai bertransformasi dari sekadar penyedia jasa produksi untuk IP internasional hingga menjadi pencipta IP orisinal karya anak bangsa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi dan Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Bekraf), Teuku Riefky Harsya menyatakan, industri animasi Indonesia meningkat pesat. Peningkatan pesat ini sejalan dengan meningkatnya produksi serta pengembangan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal.

"Industri animasi Indonesia berhasil tumbuh dari sekitar Rp240 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp800 miliar pada tahun 2025. Capaian ini berarti ekonomi animasi kita meningkat lebih dari 3,3 kali lipat dalam 10 tahun terakhir," kata Rieky ketika menghadiri peluncuran Indonesia Animation Report 2026 di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Riefky, peningkatan itu menunjukkan industri animasi nasional mulai bertransformasi. Dari sekadar penyedia jasa produksi untuk IP internasional hingga menjadi pencipta IP orisinal karya anak bangsa.

Riefky menjelaskan, tahun 2025 pendapatan dari sektor kekayaan intelektual animasi juga tercatat meningkat. Peningkatan itu hingga 280 persen dibandingkan satu dekade sebelumnya.

Menurutnya, saat ini anggota Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) telah memiliki sedikitnya 299 IP karakter lokal. Riefky mengatakan, jumlah tersebut terus berkembang.

Riefky mencontohkan keberhasilan film animasi “Jumbo” produksi Visinema yang berhasil menembus lebih dari 10 juta penonton di bioskop. Hal ini menjadi bukti bahwa karya animasi lokal mampu diterima secara luas oleh masyarakat.

"Keberhasilan ini membuktikan secara nyata bahwa kualitas karya animator kita sudah berada di level yang sangat kompetitif. Selain itu juga siap berdaulat secara ekonomi," katanya.

Riefky juga menyampaikan, pemerintah terus memperkuat ekosistem industri animasi melalui berbagai kebijakan. Mulai dari berbasis riset, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pengembangan skema pembiayaan berbasis IP.

Sementara, Indonesia Animation Report 2026 yang diluncurkan di Jakarta merupakan studi komprehensif yang memetakan kondisi dan potensi. Selain itu juga tantangan industri animasi nasional sebagai acuan pengembangan sektor ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....