Teknologi InJourney Nusa Dua Bali, DPR Dorong jadi 'Pilot Project' Wisata Indonesia
- 06 Mei 2026 10:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi VII DPR RI mendorong, sistem yang diterapkan InJourney di kawasan Nusa Dua, Bali, menjadi 'pilot project'.
- Keberhasilan pengelolaan lingkungan di Nusa Dua, dinilainya dapat menjadi model dalam meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
- Evita menegaskan, pentingnya penguatan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VII DPR RI mendorong, sistem yang diterapkan InJourney di kawasan Nusa Dua, Bali, menjadi 'pilot project'. Yakni, pilot project untuk berbagai destinasi wisata di Indonesia, dalam hal teknologi pengolahan limbah air buangan, sampah, hingga air laut.
Pernyataan tegas ini, diungkapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty.
Keberhasilan pengelolaan lingkungan di Nusa Dua, dinilainya dapat menjadi model dalam meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
“Kita berharap teknologi yang dimiliki ini bisa ditransfer dan diterapkan di daerah lain. Waste management ini diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, ini harus kita dorong," kata politikus PDIP ini dalam keterangannya seperti dilansir laman DPR.go.id saat kunjungan kerja reses ke kawasan Nusa Dua yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Bali, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.
Evita menegaskan, pentingnya penguatan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Sistem terpadu yang diterapkan di Nusa Dua diharapkan dapat menjadi acuan nasional.
"Dalam mengatasi persoalan sampah dan krisis air di destinasi wisata Indonesia. Kita bukan sekadar kunjungan biasa, kita benar-benar melihat langsung karena ini menjadi persoalan serius dalam pariwisata," ucap Evita.
Kemudian, Evita menilai, sistem ini menunjukkan limbah dapat diolah menjadi sumber daya bermanfaat apabila didukung teknologi dan pengelolaan tepat. "Persoalan sampah masih menjadi tantangan utama sektor pariwisata Indonesia, diperlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan," ujar Evita.
Sebelumnya diberitakan, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), bagian holding BUMN InJourney, memproduksi 331 ribu meter kubik air bersih. Yakni, dari hasil pengolahan air laut selama tiga bulan terakhir di Nusa Dua, Bali.
Pernyataan tegas ini, diungkapkan oleh Direktur Operasi ITDC Troy Warokka. "Saat beroperasi penuh kapasitas produksi hingga 1,31 juta meter kubik per tahun," kata Troy di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 22 Januari 2026.
ITDC telah mengoperasikan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif. Teknologi itu mampu memisahkan garam dari air laut dengan memanfaatkan tekanan osmotik, sehingga menghasilkan air bersih layak konsumsi.
Teknologi itu dikenal sebagai solusi efisien dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber air tawar. Khususnya, di area pesisir yang berkembang sebagai destinasi pariwisata.
Dengan begitu, pemanfaatan teknologi SWRO diharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah. Sekaligus, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendukung pengembangan kawasan pariwisata hijau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....