Ekowisata Sagu Rutong dan Tubanu Dirasakan Tingkatkan Ekonomi serta Jaga Alam
- 03 Mei 2026 17:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ekowisata sagu di Rutong (Ambon) dan Tuban menjadi alternatif penggerak ekonomi lokal berbasis sumber daya alam.
- Sagu memiliki nilai ekonomi sekaligus kultural
- Kolaborasi pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Ekowisata berbasis hutan sagu kini menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat di Negeri Rutong Ambon serta wilayah Tuban. Inovasi pengelolaan sumber daya alam lokal tersebut berhasil meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup di daerah masing-masing.
Negeri Rutong di Ambon memanfaatkan digitalisasi untuk mendata sekitar tiga puluh hektare lahan sagu guna kepentingan konservasi jangka panjang. Langkah strategis ini bertujuan melindungi ekosistem hutan dari ancaman pembangunan modern yang dapat menggerus keberadaan tanaman asli masyarakat tersebut.
Kepala Pemerintahan Negeri Rutong, Ambon, Reza Valdo Maspaitella, menegaskan bahwa tanaman sagu memiliki kedudukan yang sangat sakral dalam kehidupan warga. Masyarakat setempat sangat bergantung pada hasil hutan ini untuk memenuhi kebutuhan pangan serta mendukung pembiayaan pendidikan bagi generasi muda.
| Baca juga: Jambi Park Suguhkan Wisata Edukasi Menarik |
Reza mengungkapkan makna mendalam mengenai keterkaitan erat antara keberadaan pohon sagu dengan masa depan masyarakat adat Rutong. Tanaman tersebut bukan sekadar sumber pangan, melainkan pondasi ekonomi yang menjamin keberlangsungan hidup seluruh generasi mendatang.
"Pohon sagu ini merupakan bagian daripada kehidupan dari masyarakat negeri. Karena memang kalau kita lihat sudah berabad-abad lamanya sagu ini merupakan bagian daripada bagaimana masyarakat ini bisa hidup,” kata Reza Valdo dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu, 3 Mei 2026
Implementasi program ekowisata di Rutong memberikan dampak finansial signifikan dengan peningkatan pendapatan asli negeri hingga mencapai empat kali lipat. Manajemen mengalokasikan persentase keuntungan untuk pemilik tanah adat, kas desa, serta biaya operasional lembaga pengelola agar keberlanjutan sektor pariwisata terjamin.
Sementara itu, wilayah Tuban mengembangkan Ekowisata Pelang dengan memanfaatkan aliran sungai jernih yang berada di tengah perkebunan sagu masyarakat. Pengelola mengintegrasikan wisata edukasi bagi anak sekolah agar mereka mengenal manfaat tanaman warisan nenek moyang tersebut sejak usia dini.
Agus Susanto selaku Pengelola Ekowisata Pelang menjelaskan alasan utama di balik inisiatif mengubah lahan perkebunan menjadi destinasi wisata edukatif. Langkah ini diambil untuk membangkitkan kembali nilai sejarah pohon sagu yang mulai terlupakan oleh perkembangan zaman yang kian pesat.
Ia memaparkan strategi pelestarian nilai budaya melalui pengembangan objek wisata yang melibatkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Upaya kolektif tersebut bertujuan memastikan bahwa warisan luhur nenek moyang tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga setempat.
"Seiring berjalannya waktu di tahun 2018 kami terinisiasi karena notabenya di era modern ini, nilai-nilai dari pohon sagu itu tergerus dengan perkembangan zaman lalu. Sehingga bagaimana Sejarah yang pernah menghidupi, kita kembalikan dengan mendirikan sebuah wisata kebun sagu di wisata pelang," ungkapnya
Fasilitas pendukung seperti area perkemahan, spot swafoto, dan wahana susur sungai terus dikembangkan untuk menarik minat wisatawan luar daerah. Pengelola juga memberdayakan puluhan anggota kelompok sadar wisata, guna melakukan pemasaran digital secara masif melalui berbagai platform media sosial.
Kolaborasi antara pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci sukses dalam mengelola potensi hutan sagu di kedua wilayah tersebut. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pelestarian alam yang dilakukan secara profesional mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi penduduk di pedesaan. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....