Pengembangan KEK Bali, DPR Nilai Upaya Strategis Tekan Kebocoran Ekonomi
- 06 Mei 2026 09:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menyoroti, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Island di Bali.
- Ia mengungkapkan, desain besar KEK Bali sebagai upaya strategis untuk menekan kebocoran ekonomi.
- Ini adalah upaya agar masyarakat kita tidak perlu lagi ke luar negeri untuk sekolah, berobat, atau belanja
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menyoroti, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Island di Bali. Politikus PDIP ini menilai, proyek KEK Bali merupakan langkah besar bagi citra pariwisata Indonesia di kancah internasional.
Ia mengungkapkan, desain besar KEK Bali sebagai upaya strategis untuk menekan kebocoran ekonomi. Yakni, di mana fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pusat perbelanjaan kelas dunia dihadirkan di dalam negeri.
"Kita bangga ada grand design yang luar biasa dan megah ini. Ini adalah upaya agar masyarakat kita tidak perlu lagi ke luar negeri untuk sekolah, berobat, atau belanja," kata Novita dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Di satu sisi, ia mengingatkan, pembangunan KEK Bali ini menggunakan anggaran dari pajak rakyat. Sehingga, asas keadilan bagi masyarakat lokal harus menjadi prioritas utama.
"Pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan. Agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pihak tertentu," ucap Novita.
Diketahui, Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan reses ke KEK Kura-Kura Island Bali, pada Senin, 4 April 2026. Dalam kunjungan itu, Komisi VII DPR menyoroti berbagai hal, salah satunya terkait krisis air tanah.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah akan mempercepat pengembangan Pusat Keuangan Indonesia (Indonesia Financial Center) di KEK Bali. Hal ini terungkap pada kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, ke sana bersama sejumlah pejabat negara.
“Pemerintah tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK sektor keuangan di Bali,” ujarnya, Minggu 3 Mei 2026. Menurut Menko, KEK tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan.
Pusat keuangan itu nantinya akan melayani mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global. Keunggulan KEK Kura Kura Bali adalah ekosistem knowledge district sebagai lokasi strategis bagi pengembangan pusat keuangan.
Ini dirancang untuk membangun ekosistem inovasi terintegrasi yang mengoptimalkan berbagai unsur. Di antaranya modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Bali.
Hingga triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun. Sedangkan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 2.146 orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....