Ekspor Pangan Olahan Indonesia ke Kanada Tunjukkan Tren Positif

  • 12 Mar 2026 09:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Ottawa — Ekspor produk pangan olahan Indonesia ke Kanada menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kinerja tersebut didorong meningkatnya permintaan pasar serta penguatan kerja sama perdagangan kedua negara.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa bersama mitra terkait terus mendorong perluasan akses pasar. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antarlembaga penting untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional.

"KBRI Ottawa terus mendorong kerja sama strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Kanada. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pasar produk pangan olahan Indonesia," kata Muhsin dalam keterangan pers tertulis, Kamis, 12 Maret 2026.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi penandatanganan kontrak dagang secara virtual. Kegiatan tersebut mempertemukan importir Kanada dengan sejumlah pelaku usaha kecil menengah Indonesia.

Importir yang terlibat adalah Exotique Foods yang dikelola diaspora Indonesia di Kanada. Penandatanganan kontrak menghasilkan lima purchase order dan satu nota kesepahaman.

Total nilai transaksi mencapai sekitar 92 ribu dolar Amerika Serikat. Produk yang dikirim meliputi berbagai makanan olahan khas Indonesia.

Beberapa pelaku usaha yang terlibat antara lain produsen tempe siap saji, gula kelapa, dan gula aren. Selain itu terdapat produk permen jahe, bawang goreng, keripik buah, serta pasta bebas gluten.

"Ke depan, KBRI Ottawa bersama mitra terkait akan terus memperluas akses pasar bagi produk Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong produk lokal semakin dikenal di pasar global," kata Muhsin.

Senada dengan Muhsin, Direktur Pelaksana Bisnis II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Sulaeman menegaskan, dukungan bagi pelaku usaha. Sebab, pembiayaan ekspor penting untuk membantu UKM meningkatkan kapasitas usaha.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan juga menilai pasar Kanada memiliki potensi besar bagi produk Indonesia. Karakter masyarakatnya yang multikultural membuka peluang bagi produk makanan dan minuman.

Data menunjukkan kinerja ekspor pangan olahan Indonesia ke Kanada terus meningkat. Nilai ekspor naik dari sekitar USD 56,4 (sekitar Rp952 miliar) pada 2023 menjadi USD 116,7 juta (sekitar Rp1,97 triliun) pada 2025 atau tumbuh sekitar 106,8 persen.

"Pertumbuhan tersebut menunjukkan kenaikan lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Tren positif ini diharapkan terus berlanjut seiring penguatan kerja sama perdagangan kedua negara," ujarnya.

Rekomendasi Berita