UMKM Pekalongan Ekspor Perdana 17 Ton Kopi ke Eropa
- 09 Mar 2026 17:08 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pekalongan- Hari Yuwono Ady, Kepala Karantina Jateng menghadiri Seremonial Pelepasan Ekspor Kopi Perdana UMKM Binaan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Bank Indonesia, pada Senin, 9 Maret 2026. Karantina Jateng mengapresiasi keberhasilan CVLKN sebagai peserta program binaan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Bank Indonesia ke pasar Eropa yaitu Makedonia dan Yunani.
Hari menyampaikan pelepasan ekspor ini menjadi momentum yang sangat membanggakan, bukan hanya bagi pelaku usaha yang terlibat. Namun juga bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bank Indonesia, serta seluruh pihak yang selama ini mendorong tumbuhnya UMKM yang berorientasi ekspor.
Ia mengatakan, kopi salah satu komoditas unggulan berpotensi ekspor memberikan dampak positif pada peningkatan kinerja perekonomian daerah. Jateng merupakan sentra produksi kopi dengan luas perkebunan terus berkembang menghasilkan produk berkualitas.
Menurutnya, jadi tantangan tersendiri bagi ekspor kopi untuk berdaya saing menghadapi persaingan global dan standar internasional yang semakin ketat. Kepatuhan terhadap persyaratan sanitary dan phytosanitary negara tujuan ekspor menjadi sangat penting.
Di sinilah peran karantina hadir, tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan mitra bagi para pelaku usaha sehingga produk tembus ke negara tujuan memenuhi standar internasional. Turut hadir dalam acara yaitu Kanwil Bea Cukai Jateng & DIY, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan.
Selain itu ada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pekalongan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan. Termasuk institusi lintas sektoral lain dan pelaku usaha UMKM Jateng.
Pihaknya menuturkan, keberhasilan produksi kopi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tetapi juga mendongkrak produk unggulan Jateng memasuki pasar luar negeri. Pelepasan ekspor komoditas pertanian ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani, kondisi ini bisa dijadikan pemacu semangat tetap produktif secara rutin berkelanjutan.
“Kegiatan ini sebagai sebagai ajang penguatan ekspor komoditas pertanian khususnya kopi, dalam hal ini karantina berperan strategis sebagai economic tool mendukung kelancaran ekspor dengan menerbitkan sertifikat kesehatan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Sinergi antar instansi terkait dan pelaku usaha perlu ditingkatkan seiring kompleksitas arus logistik kegiatan ekspor, “ ujar Hari dalam keterangan persnya. (ryc)