Wamendag Soroti Kedekatan Hubungan Indonesia-Jerman

  • 12 Feb 2026 12:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menyoroti kedekatan hubungan bilateral Indonesia dengan Jerman. Roro menyatakan bahwa kedua negara memiliki sejarah panjang yang sangat kuat dalam berbagai aspek kerja sama ekonomi.

Kedua negara memiliki komitmen serupa dalam menghadapi tantangan ketidakpastian perdagangan global pada masa sekarang ini. Keterbukaan ekonomi harus selalu berlandaskan pada aturan yang transparan serta memiliki tanggung jawab sosial tinggi.

“Selain sejarah panjang hubungan, Indonesia dan Jerman memiliki kepentingan bersama menghadapi ketidakpastian perdagangan global saat ini. Kedua negara ingin tumbuh dalam sistem perdagangan yang transparan, berbasis aturan, dan bertanggung jawab sosial,” ujar Roro di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Keberlanjutan serta perdagangan bebas menjadi prasyarat konkret untuk meningkatkan daya saing dan inovasi industri nasional. Kepastian regulasi sangat diperlukan oleh para pelaku usaha guna menyusun perencanaan investasi jangka panjang mereka.

Jerman secara konsisten menjadi mitra dekat Indonesia dalam proses negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif. Pemerintah telah mencapai kesimpulan substansial pada September tahun lalu setelah bernegosiasi selama hampir sepuluh tahun.

“Jerman menjadi mitra Indonesia selama negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berlangsung. Setelah hampir 10 tahun bernegosiasi, pada September 2025, kami akhirnya mencapai kesimpulan substansial,” kata Roro.

Perjanjian IEU-CEPA akan menjadi tonggak sejarah yang sangat penting bagi Indonesia bersama Uni Eropa. Kesepakatan ini memberikan jaminan kepastian hukum dalam menjalankan aktivitas bisnis lintas negara bagi pengusaha.

Kerangka kerja ini menyediakan akses pasar yang luas serta kerja sama regulasi dalam bidang investasi. Perjanjian tersebut bersifat sangat inklusif bagi seluruh tingkat pelaku ekonomi termasuk usaha kecil menengah.

“Perjanjian ini juga mencakup komitmen dan kerja sama di bidang ekonomi hijau, serta neraca perdagangan dan pembangunan berkelanjutan. Singkatnya, CEPA memberi kita begitu banyak alat untuk mengatasi kekhawatiran dan kepentingan kita di tengah ketidakpastian global,” ucap Roro.

Total nilai perdagangan antara Indonesia dengan Jerman tercatat menembus angka USD 6,11 miliar pada tahun lalu. Ekspor nonmigas Indonesia ke negara tersebut menyumbang angka sebesar USD 2,51 miliar bagi devisa negara.

Pemerintah terus berupaya memperkecil defisit perdagangan melalui penguatan akses pasar produk-produk unggulan nasional di Eropa. Kemitraan strategis ini diharapkan dapat memberikan manfaat kesejahteraan jangka panjang bagi rakyat kedua belah pihak.

Deputy Head Division European Cooperation Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Caroline Kanter sangat mengapresiasi hubungan baik yang telah terjalin lama. Caroline menyatakan bahwa keberhasilan program kerja sama sangat bergantung pada kehadiran mitra yang dapat diandalkan.

“KAS dapat bekerja dengan baik hanya jika kami memiliki mitra yang kuat serta dapat diandalkan. Kami sangat bersyukur bahwa kami mendapatkan itu di Indonesia,” ujar Caroline.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....