Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di INNOPROM 2026

  • 10 Jul 2026 06:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Armenia memperkuat kemitraan industri melalui pertemuan bilateral di INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia dengan fokus pada ekspansi kolaborasi kedua negara.
  • Tahun 2026 menandai 34 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Armenia sejak 22 September 1992, dengan perdagangan bilateral mencapai 26,7 juta dolar AS pada 2025.
  • Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditandatangani 21 Desember 2025 membuka akses pasar Eurasia berpenduduk hampir 180 juta jiwa dengan preferensi tarif lebih 85 persen.
  • Kementerian Perindustrian merancang Memorandum of Understanding dengan Armenia yang mencakup standar teknis, regulasi industri, alih teknologi, rantai pasok, dialog bisnis, kawasan industri, dan SDM.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Armenia memperkuat kemitraan industri melalui pertemuan bilateral pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Pertemuan tersebut menjadi langkah untuk memperluas kerja sama industri sekaligus membuka peluang kolaborasi baru antara kedua negara.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan 2026 menandai 34 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Armenia. Menurutnya, hubungan telah terjalin lebih tiga dekade mencerminkan komitmen kedua negara terus memperkuat kerja sama ekonomi dan industri.

"Pada 2026, Indonesia dan Armenia menandai 34 tahun hubungan diplomatik sejak 22 September 1992 sebagai tonggak kerja sama. Saya meyakini semangat kemitraan lebih tiga dekade terus berkembang, membuka peluang kolaborasi lebih luas bagi kedua negara,” ujar Agus dalam keterangan yang dikutip RRI, Kamis, 9 Juli 2026.

Hubungan perdagangan Indonesia dan Armenia terus menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 26,7 juta dolar AS, sementara ekspor Indonesia ke Armenia mencapai 26,2 juta dolar AS.

Menperin mengatakan Indonesia memandang Armenia sebagai mitra bilateral sekaligus pintu strategis menuju kawasan CIS melalui keanggotaan EAEU. Menurutnya, posisi tersebut memberikan nilai tambah bagi pengembangan kerja sama industri kedua negara.

"Indonesia memandang Armenia bukan hanya sebagai mitra bilateral, melainkan juga pintu strategis menuju kawasan CIS melalui keanggotaan EAEU. Keanggotaan tersebut memberikan nilai tambah signifikan bagi pengembangan kerja sama industri kedua negara ke depan,” katanya.

Momentum kerja sama didukung Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditandatangani 21 Desember 2025. Perjanjian tersebut membuka akses pasar Eurasia berpenduduk hampir 180 juta jiwa serta preferensi tarif lebih 85 persen perdagangan.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perindustrian menyampaikan rancangan Memorandum of Understanding kerja sama industri kepada Pemerintah Armenia melalui diplomatik. Rancangan tersebut mencakup standar teknis, regulasi industri, alih teknologi, rantai pasok, dialog bisnis, kawasan industri, serta SDM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....