Industri Kimia Indonesia Bidik Pasar Eurasia lewat INNOPROM 2026

  • 10 Jul 2026 07:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia berpartisipasi sebagai Official Partner Country di INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia untuk memperluas pasar ekspor industri kimia dan farmasi serta menarik investasi global.
  • Sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) tumbuh 4,96 persen pada triwulan I 2026 dengan ekspor mencapai 13,23 miliar dolar AS, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,77 miliar dolar AS.
  • Indonesia menargetkan pembukaan peluang investasi, memperkuat rantai pasok, dan mendorong kerja sama berkelanjutan melalui ko-manufaktur, transfer teknologi, dan pengembangan bahan baku farmasi dengan Rusia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia membawa potensi industri kimia dan farmasi nasional ke ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Keikutsertaan sebagai Official Partner Country memperluas pasar ekspor, menarik investasi, serta membangun kemitraan industri berkelanjutan dengan Rusia dan EAEU.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri kimia dan farmasi merupakan sektor strategis pendukung kemandirian industri nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar didukung ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi berkembang, serta pasar domestik yang kuat.

"Indonesia memiliki potensi besar sektor kimia dan farmasi didukung ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi berkembang, serta pasar domestik. Melalui INNOPROM 2026, kami memperluas kemitraan global, menarik investasi, dan membuka kolaborasi industri bermanfaat jangka panjang bagi kedua negara," ujar Agus dalam keterangan, Kamis, 9 Juli 2026.

Kinerja sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, sektor ini tumbuh 4,96 persen dengan kontribusi 3,88 persen terhadap PDB nasional.

Ekspor IKFT Januari-Maret 2026 mencapai 13,23 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 12,77 miliar dolar AS. Realisasi investasi sektor IKFT pada Januari-Maret 2026 juga mencapai Rp47,20 triliun.

Direktur Jenderal IKFT Taufiek Bawazier mengatakan industri kimia Indonesia semakin siap memperluas pasar dan menjalin kolaborasi global. Menurutnya, INNOPROM 2026 menjadi platform tepat mempertemukan kemampuan industri kimia Indonesia dengan kebutuhan pasar Eurasia.

"INNOPROM 2026 menjadi platform yang tepat untuk mempertemukan kemampuan industri kimia Indonesia dengan kebutuhan pasar Eurasia. Kami ingin membuka lebih banyak peluang investasi, memperkuat rantai pasok, sekaligus mendorong kerja sama industri yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Taufiek, Rusia unggul pada teknologi petrokimia, produksi bahan kimia dasar, serta industri farmasi berbasis riset. INNOPROM 2026 diharapkan memperluas kerja sama melalui ko-manufaktur, transfer teknologi, pengembangan bahan baku farmasi, serta investasi industri kimia.

Officer of Business Portfolio PT Pupuk Indonesia Dara Amelia mengatakan partisipasinya memperkuat hubungan dengan mitra industri kawasan Eurasia. Menurutnya, kehadiran Indonesia membuka peluang kerja sama konkret pada pengembangan industri pupuk dan bahan kimia pertanian.

"Partisipasi Pupuk Indonesia di INNOPROM 2026 menjadi kesempatan penting memperkuat hubungan dengan mitra industri kawasan Eurasia. Kami berharap kehadiran Indonesia membuka ruang kerja sama konkret pada pengembangan industri pupuk dan bahan kimia pertanian," ujar Dara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....