Indonesia Pavilion Perkuat Diplomasi Industri di Eurasia

  • 10 Jul 2026 00:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia resmi menjadi negara Asia Tenggara pertama sebagai Official Partner Country di INNOPROM 2026 Rusia, menandai posisi strategis dalam kerjasama industri global.
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pembangunan kemitraan saling menguntungkan melalui investasi, transfer teknologi, hilirisasi industri, dan perluasan akses pasar ekspor.
  • Indonesia Pavilion seluas lebih 1.500 meter persegi menghadirkan 50 co-exhibitor dari sektor strategis untuk mempertemukan pelaku industri nasional dengan mitra Rusia dan Eurasia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia mencatat sejarah sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menjadi Official Partner Country pada INNOPROM 2026 di Rusia. Momentum tersebut menandai menguatnya posisi Indonesia sebagai mitra strategis industri global sekaligus membuka peluang kerja sama manufaktur Eurasia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keikutsertaan Indonesia pada INNOPROM 2026 memperkuat hubungan industri nasional dengan negara-negara Eurasia. Menurutnya, pemerintah membangun kemitraan saling menguntungkan melalui investasi, transfer teknologi, hilirisasi industri, serta perluasan akses ekspor.

"Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 menjadi momentum strategis memperkuat hubungan industri nasional dengan Eurasia. Kami ingin membangun kemitraan saling menguntungkan melalui investasi, transfer teknologi, hilirisasi industri, serta perluasan akses pasar ekspor manufaktur," ujar Agus dalam keterangangan yang dikutip RRI, Kamis, 9 Juli 2026.

Status Indonesia sebagai Official Partner Country menempatkan Indonesia sebagai fokus utama penyelenggaraan INNOPROM 2026. Selama empat hari pameran, Indonesia menghadirkan forum bisnis, business matching, pertemuan bilateral mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor internasional.

Indonesia Pavilion berdiri di area lebih 1.500 meter persegi menghadirkan 50 co-exhibitor dari berbagai sektor strategis. Para peserta menampilkan produk, teknologi, inovasi, serta peluang investasi yang mencerminkan daya saing industri manufaktur Indonesia.

Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy mengatakan Indonesia Pavilion menghubungkan pelaku industri nasional dengan mitra strategis Rusia dan Eurasia. Menurutnya, pemerintah menargetkan lahirnya kerja sama konkret melalui forum bisnis dan pertemuan industri selama INNOPROM 2026 berlangsung.

"Indonesia Pavilion dirancang sebagai platform yang menghubungkan pelaku industri nasional dengan calon mitra strategis Rusia dan kawasan Eurasia. Melalui forum bisnis, business matching, dan pertemuan industri, pemerintah menargetkan kerja sama konkret bermanfaat bagi pengembangan industri kedua negara," ujarnya.

Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kapasitas manufaktur nasional strategis. Momentum tersebut diharapkan memperluas diplomasi industri, memperkuat rantai pasok global, serta membuka investasi dan kolaborasi teknologi menuju Indonesia Emas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....