Potensi Sport Tourism Bali di Tengah Permasalahan Sampah

  • 30 Jan 2026 18:58 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Anggota Komisi I DPRD Kota Denpasar Dr. Yonathan Andre Baskoro, S.H., LL.M., melakukan diskusi dengan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di bilangan Sudirman Jakarta Pusat. Kamis 29 Januari 2026. Beberapa hal menjadi topik bahasan dalam pertemuan tersebut.

Di antaranya soal permasalahan sampah di Bali. Wamenpar sepakat permasalahan sampah harus segera tuntas di Bali demi Pariwisata yang berkualitas.

“Kebersihan ditempat-tempat wisata, termasuk toilet-toilet umum juga harus diperhatikan kebersihannya, hal ini penting dilakukan agar sesuai dengan tag line Bali yakni ‘Pariwasata kelas dunia’, Bali harus nyaman untuk menerima setiap wisatawan yang berkunjung ke Bali,” kata Ni Luh Puspa pada kesempatan tersebut.

Ni Luh Puspa juga sepakat bahwa Bali harus dijaga kebersihannya. Langkah itu bisa dimulai dari rumah tangga, sampai desa, kecamatan hingga kabupaten/kota.

Yonathan Andre Baskoro menjelaskan, pada pertemuan tersebut, mereka juga membahas bahwa telah terjadi pergeseran tren dan perilaku masyarakat yang mulai sadar akan kesehatan. Masyarakat nusantara maupun mancanegara saat ini senang datang ke Bali selain untuk menikmati wisata budaya, wisata alam maupun wisata bahari dan Kuliner.

“Mereka juga menikmati wellness dan sports di Bali,” katanya.

“Ini adalah peluang bagus yang bisa terus ditingkatkan, jadi Bali tidak hanya Beach Club, namun wisatawan semakin banyak mulai melirik fasilitas-fasilitas kesehatan dan tempat-tempat olahraga yang mulai tumbuh di Bali,” lanjutnyaZ

Yonathan menyampaikan, olahraga padel yang sedang booming saat ini, menarik minat tamu-tamu mancanegara dan lokal datang ke Bali dengan nuansa “Tropical”. Ini adalah salah satu kekuatan Bali yang bisa terus didorong dan dikembangkan.

“Bali ini paket komplit, adat budayanya indah, kulinernya enak, alamnya bagus, lautnya bagus bisa main water sport, bisa menyelam, dan ada pulau-pulaunya juga. Mau olahraga, fasilitas kita juga sudah ada,” ujarnya.

Menurutnya, bisa dirancang bundling wisata 3 hari 2 malam di Bali. Semisal hari pertama jalan-jalan ke tempat wisata budaya yang ada di Bali dan menyaksikan pentas seni budaya, lalu di hari kedua menikmati kuliner otentik khas Bali dilanjut dengan main Padel dan Watersport.

“Hari ketiga wisatawan berbelanja oleh-oleh khas Bali. Hotel-hotel yang tidak memiliki fasilitas olahraga bisa bekerjasama dengan para pemilik fasilitas olahraga diluar hotel dengan harga menarik, ini menjadi nilai jual yang baik juga bagi pengusaha-pengusaha hotel lokal untuk meningkatkan pendapatannya,” ujarnya.

“Tapi tentu perlu diperhatikan, fasilitas olahraga tersebut harus qualified secara kualitas, manajemen & treatmentnya untuk para tamu yang berkunjung dan menikmati leisure time di Bali. Akan sangat baik juga jika di fasilitas olahraga tersebut ada nuansa sentuhan Balinya, ini pasti akan menjadi unik dan punya nilai berbeda dengan fasilitas yang lainnya,” imbuhnya.

Yonathan menyampaikan, Wamenpar berpesan agar semua pihak bisa mendorong pelaksanaan turnamen-turnamen olahraga, dengan skala internasional untuk diselenggarakan di Bali. Contohnya, turnamen Padel Internasional di Bali kan belum ada, jika dikonsepkan dengan matang, bisa diwujudkan mulai dari level Asia dan kemudian level Dunia.

“Jika ini dapat berjalan berkesinambungan, saya yakin konsep Sport Tourism dapat menjadi jendela baru pariwisata di Bali yang tentunya dapat berkontribusi besar dalam pembangunan Bali kedepan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....