Konflik Global Bayangi Pariwisata Bali 2026
- 08 Jan 2026 09:45 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Dinamika geopolitik global yang terus memanas menjadi tantangan serius bagi sektor pariwisata dunia, termasuk Bali. Ketegangan antar negara, konflik berkepanjangan, serta manuver politik global dinilai mempengaruhi rasa aman dan psikologis wisatawan dalam merencanakan perjalanan.
Praktisi Pemasaran Pariwisata Bali, Wisnu Arimbawa, kepada RRI di Denpasar, Kamis (8/1/2026), menyampaikan, eskalasi konflik di berbagai kawasan dunia berdampak langsung pada permintaan perjalanan internasional. Wisatawan cenderung lebih waspada dan menunda bepergian ke luar negeri karena kekhawatiran akan meluasnya konflik global.
“Eskalasi global memang meningkat, namun respons China dan Rusia yang tidak keras serta terbukanya kerja sama Venezuela dengan Amerika memberi harapan penurunan ketegangan, yang patut disyukuri dari sisi pariwisata,” jelasnya.
Menurut Wisnu Arimbawa, perlambatan ekonomi global tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan politik internasional serta pergeseran kekuatan ekonomi dunia. Kondisi ini mendorong masyarakat global memilih menikmati liburan di negaranya masing-masing, sehingga berdampak pada arus kunjungan wisatawan ke destinasi internasional seperti Bali.
“Secara psikologis, ketegangan global mempengaruhi minat perjalanan. Perlambatan ekonomi dan pergeseran kekuatan ekonomi dunia membuat wisatawan cenderung memilih berlibur di dalam negeri,” ujarnya.
Wisnu Arimbawa memperkirakan kondisi tersebut masih akan terasa hingga semester pertama tahun 2026. Meski demikian, meredanya respons keras sejumlah negara besar serta terbukanya peluang kerja sama internasional diharapkan dapat menurunkan eskalasi ketegangan secara bertahap dan berdampak positif bagi stabilitas pariwisata global, termasuk Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....