Puluhan Gempa Guncang Bali, Ini Penjelasan Stasiun Geofisika Denpasar
- 04 Okt 2026 15:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Sepanjang periode minggu ke 4 bulan September 2026, Stasiun Geofisika Denpasar kembali mencatat puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya. Gempabumi yang didominasi gempa dangkal tersebut diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif.
PMG Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, wilayah Bali dan sekitarnya dilanda 29 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.8 hingga 3.3. Ia menjelaskan, gempa bumi tersebut didominasi gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km sebesar 75 persen dari total kejadian gempa bumi.
Azany Harits mengatakan, jumlah gempabumi dangkal sebanyak 22 kejadian, terdapat 6 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 20 persen dari total kejadian gempabumi dan satu gempa bumi dalam atau 3 persen dari total kejadian gempabumi. “Stasiun Geofisika Denpasar mencatat Puluhan gempa bumi kembali mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang periode minggu ke 4 bulan September 2026. Kendati didominasi gempa dangkal, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa yang berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif tersebut,” ujarnya.
Azany Harits mengungkapkan, dari total gempa yang terjadi, 93 persen atau 27 kejadian gempabumi tercatat bermagnitudo kurang dari 3. Sedangkan 2 kejadian gempa bumi dengan mangnitudo 3 hingga kurang dari 5 atau 6 persen dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.
Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar tercatat 20 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 9 kejadian gempabumi terjadi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang diperkirakan berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif.
Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Bali dan sekitarnya. Kendati begitu, masyarakat tetap diimbau waspada dan meningkatkan mitigasi terhadap potensi gempabumi. Karena hingga kini gempabumi tidak bisa diprediksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....