Antisipasi Banjir, Pemkot Denpasar Tangani 40 Titik Sungai dan Drainase

  • 04 Okt 2026 12:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Pemerintah Kota Denpasar melakukan operasi dan pemeliharaan (OP) drainase di 40 titik sebagai bagian dari upaya mengantisipasi banjir saat musim hujan. Penanganan tersebut meliputi pengerukan dan normalisasi sejumlah sungai serta saluran drainase di berbagai wilayah Kota Denpasar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja mengatakan pengendalian banjir dilakukan melalui dua skema, yakni pembangunan sistem drainase serta operasi dan pemeliharaan drainase. “Pengendalian banjir kita lakukan melalui pembangunan sistem drainase dan operasi pemeliharaan (OP) drainase,” ujar Cipta Sudewa, saat normalisasi Tukad Loloan, Sanur Kauh, Sabtu 03 Oktober 2026.

Untuk pembangunan sistem drainase, pada tahun ini terdapat 11 titik yang menjadi sasaran pekerjaan. Lokasinya meliputi Jalan Kerta Raharja Sidakarya, Jalan Gunung Salak, Jalan Gunung Catur, kawasan Pantai Duyung Sanur, sekitar SD 10 Sesetan, Jalan Tukad Batanghari, Jalan Pulau Adi Pedungan, Jalan Kebo Ireng Padangsambian Kaja, Gang Klampit Jalan Gunung Batur, Jalan Pura Demak III, dan Jalan Suradipa. Sementara itu, OP drainase yang mencakup pengerukan dan normalisasi sungai dilakukan di 40 titik di Kota Denpasar.

Cipta Sudewa menjelaskan pengelolaan drainase di Kota Denpasar dibagi menjadi lima sistem berdasarkan wilayah dan aliran sungai. Sistem pertama berada di Tukad Badung, sistem kedua di Tukad Ayung, sistem ketiga di Tukad Mati, sistem keempat meliputi kawasan Renon, Panjer, Sanur, Sidakarya, dan sekitarnya, sedangkan sistem kelima berada di Pemogan.

Menurut Cipta Sudewa, setiap sistem memiliki strategi penanganan tersendiri untuk mengendalikan aliran air dan mengantisipasi potensi banjir. “Masing-masing sistem itu memiliki strategi tersendiri dalam pengendalian dan pengelolaan untuk mengantisipasi banjir,” katanya.

Khusus sistem keempat, sejumlah sungai memiliki ukuran sedang sehingga penanganannya dilakukan melalui operasi dan pemeliharaan secara berkala. “Termasuk di sini di sistem 4, ada beberapa sungai yang ukurannya medium, tidak sebesar Ayung, Tukad Mati, maupun Tukad Badung. Pengelolaannya seperti ini, kita lakukan OP,” ujar Cipta Sudewa.

Melalui pembangunan drainase, pengerukan, dan normalisasi sungai, Pemkot Denpasar menargetkan kapasitas aliran air tetap terjaga sehingga potensi genangan dapat ditekan, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....