Menyama Braya Filosofi Persaudaraan dari Bali untuk Harmoni Indonesia
- 22 Sep 2026 14:47 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Bali dengan kemajemukan didalamnya hingga kini tetap harmonis dengan kearifan lokal “Menyama Braya”. Spirit kebersamaan tersebut menjadi pondasi kerukunan umat beragama di Bali yang memperkuat harmoni Indonesia.
Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama – FKUB Kabupaten Badung I Wayan Sukarya kepada RRI.CO.ID di Badung mengungkapkan, kearifan lokal menyama braya bukan sekedar panduan dalam interaksi sosial, melainkan wujud konkret menganggap orang lain sebagai keluarga dan menghargai setiap perbedaan dalam kehidupan sosial. Hal itu menjadikan Pulau Dewata tetap harmonis dengan kemajemukan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan yang terbingkai dalam semangat toleransi.
Wayan Sukarya menegaskan, hubungan harmonis menyama braya tersebut juga sejalan dengan konsep Tri Hita Karana, khususnya Pawongan atau keharmonisan antarmanusia dalam kehidupan sosial. Kearifan lokal tersebut diwujudkan dengan aksi tolong - menolong, berbagi, dan menjaga kerukunan.
“Menyama Braya menjadi kearifan lokal Bali yang memperkuat harmoni Pulau Dewata untuk Indonesia. Spirit kebersamaan tersebut mengedepankan persaudaraan plural dengan menghargai setiap perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Bendesa Adat Sumerta Denpasar Timur I Made Ariawan Payuse. Ia menilai konsep persaudaraan tradisi Bali yang berlandaskan ketuhanan dan kemanusiaan itu tetap relevan di era modern sebagai penyeimbang moral dengan kehidupan masyarakat yang belakangan bersifat individualistis. Di era digital saat ini, nilai luhur tersebut tidak hanya sekadar tentang tradisi gotong royong fisik, melainkan berevolusi menjadi instrumen keharmonisan sosial dan solidaritas tanpa batas.
“Semangat persaudaraan antar umat beragama itu hingga kini tetap menjadi spirit kebersamaan di Pulau Dewata khususnya di desa adat Sumerta Denpasar Timur. Potensi pasti ada, namun bagaimana kita menyikapi untuk mencegah potensi tersebut dengan berkomunikasi yang baik, mengedepankan toleransi dan semangat persaudaraan,” ujarnya.
Kearifan lokal menyama braya yang menekankan semangat persaudaraan menjadi modal kuat membangun solidaritas antar umat beragama di Bali. Harmoni ditengah keberagaman tersebut menitikberatkan konsep menyama braya dengan menghilangkan sekat - sekat perbedaan dan menjunjung hubungan persaudaraan dengan didasari nilai kemanusiaan yang universal.
Meskipun tantangan modernisasi menuntut efisiensi dan kemandirian, naman Menyama Braya menjaga agar kemajuan teknologi dan ekonomi tidak mengikis nilai kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....